Toko Bunga 'Eco-friendly' Manfaatkan Grab di Tengah Pandemi

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 09:06 WIB
Ketika pandemi, Sakura Bloom membuat dried flower yang mudah dirangkai. Semua pesanan dikirim Grab, bahkan rangkaian bunga yang besar tinggal pick up GrabCar. Ketika pandemi, Sakura Bloom membuat dried flower yang mudah dirangkai. Semua pesanan dikirim Grab, bahkan rangkaian bunga yang besar tinggal pick up GrabCar. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/dima_sidelnikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat ini sudah mulai bermunculan bisnis yang memperhatikan lingkungan. Salah satunya Sakura Bloom yang mengusung konsep eco-friendly.

Di tengah maraknya pencemaran lingkungan akibat limbah plastik, toko bunga yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan ini menggunakan semua bahan ramah lingkungan tanpa plastik sama sekali.

"Saskara itu toko bunga yang peduli bumi, jadi material yang kita pakai semua ramah lingkungan", cerita salah satu pemilik Sakura Bloom Rizka.


Toko bunga unik yang digagas empat sekawan ini mulanya berawal dari iseng, tepat di penghujung masa kuliah mereka sembari mengisi waktu luang.

"Awalnya, aku, Diera, Jeni, dan Rana, kami habis skripsi bingung mau ngapain. Sidang kan biasa kasih bunga, iseng, belajar merangkai bunga, kami ikut workshop."

Akhirnya mereka sepakat membuat Saskara beda dengan yang lain dengan mencari sisi unik mereka.

"Kepikiran eco-florist pas workshop. Kok banyak yang pakai plastik sekali pakai doang. Ujung-ujungnya dibuang. Kita mikir, kayanya bisa deh pakai material yang eco-friendly," lanjut Rizka.

Namun itu semua dilewati tak semudah yang dibayangkan. Mereka menjalankan bisnis toko bunga ramah lingkungan juga merasakan trial and error hingga menemukan barang serta metode yang tepat.

"Susah ternyata jadi florist eco-friendly. Menjaga freshnya, nggak nampung air pakai plastik. Akhirnya pake telo bag, tapi telo bag gampang melebur. Jadi suka tiba-tiba bocor. Kita coba terus. Sekarang jadi paham, gimana menjaga telo bag nggak gampang hancur. Kalau develop, kita pake barang yang eco-friendly lagi," ujarnya.

Meski Saskara baru dibangun akhir 2019, namun sepak terjangnya sudah cukup jauh berkat #terususaha.

"Dari buat Mother's Day, ke Valentine, wisuda, sekarang wedding dan instalasi dekor yang simpel. Rata-rata orang dekor pake foam, kita pun jangan sampai melenceng dari value yang kita bawa."

Kendati demikian, ketika pandemi Sakura Bloom sempat mandeg karena tak ada special occasion, wisuda, dan acara apa pun. Rizka dan ketiga sahabatnya coba mencari peluang lain dengan membuat preserved atau dried flower yang mudah dirangkai oleh pelanggan.

"Kan lagi heboh DIY kit, itu sering kita [kirim lewat layanan] Grab. Kirim yang gede banget tinggal pick up GrabCar. Buat beli bunga juga. Jadi meski ga bisa keluar-keluar, tenang aja masih bisa #TerusUsaha," pungkas Rizka.

(fef)

[Gambas:Video CNN]