Relawan Uji Vaksin China: Lebih Tenang Usai Suntikan Kedua

CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 15:58 WIB
Relawan menyebut lebih tenang setelah mendapat dua kali suntikan dalam uji klinis vaksin Covid-19 China di Bandung Ilustrasi. Relawan menyebut lebih tenang setelah mendapat dua kali suntikan dalam uji klinis vaksin Covid-19 China di Bandung. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia --

Relawan uji klinis fase III vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech China di Bandung mengaku jadi lebih tenang setelah mendapatkan suntikan kedua.


Tahapan uji klinis yang sudah berjalan sebulan ini kini sudah memberikan suntikan kedua bagi sebagian relawan. 

Fadly Barjadi Kusuma (32), salah seorang relawan yang telah lengkap dua kali mendapatkan penyuntikan mengaku aktivitasnya tetap berlangsung normal selama menjalani tahapan uji klinis. 


"Kalau buat aktivitas enggak ada yang mengganggu banget. Bahkan saya pribadi lebih tenang karena sudah ada vaksin," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (10/9).

Fadly mengaku dirinya merasa penyuntikan kedua membantu menambah rasa percaya dirinya dalam menjalani aktivitas. Meski begitu, pria yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) ini tetap mewaspadai kemungkinan penularan virus corona yang kemungkinan masih terjadi mengingat pandemi belum ada tanda-tanda berakhir.

"Walaupun enggak menutup kemungkinan saya terpapar tapi setidaknya mengurangi kekhawatiran di pikiran bakal terpapar," ucapnya.

Untuk diketahui, dalam uji klinis vaksin Covid-19 ini terdapat dua kelompok yang mendapat penyuntikan acak. Sebagian relawan yang mendapat suntikan plasebo berupa cairan garam, sementara sebagian lain mendapat vaksin yang tengah diuji. 

Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind atau tersamar. Sehingga relawan tidak tahu apakah mereka mendapat suntikan plasebo atau vaksin corona China yang tengah diuji.

Bagi mereka yang mendapat suntikan vaksin, diharapkan terbentuk kekebalan paling cepat dua minggu pasca 
suntikan kedua. Untuk itu, para relawan tetap dihimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah.

Sempat Rasakan Pusing

Fadly berbagi pengalamannya setelah mendapatkan penyuntikan kedua. Pada saat setelah penyuntikan, Fadly mengaku tidak merasa ada gejala demam tinggi maupun lemas.

"Penyuntikan kedua (badan) agak rewel. Dari area penyuntikannya kan dua kali, saya merasa pegal. Terus, kalau digerakin agak sakit tapi enggak terlalu mengganggu dan langsung hilang enggak beberapa lama. Sama pusing sih saya mah dua hari setelah disuntik," ujarnya.

Keluhan pusing itu langsung Fadly konsultasikan kepada tim peneliti. Ia pun meminum obat penghilang rasa pusing yang sudah atas persetujuan tim.

Suasana fasilitas produksi vaksin COVID-19,  di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.Suasana fasilitas produksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).

"Saya sudah minum obat warung dan sudah memberitahu mereka dan sudah di-acc. Alhamdulillah, sampai sekarang saya sehat dan sampai sekarang enggak ada trouble apa-apa lagi," ungkapnya.

Fadly mengaku selalu berkomunikasi dengan tim peneliti jika mengalami sesuatu yang mengganggu. Sejauh ini ia merasa normal dan tidak memiliki keluhan apapun.

"Selain sakit kepala itu enggak ada. Kalau misalnya ada yang berat baru konsultasi, tapi sejauh ini memang enggak ada," ungkapnya.

Tidak Ada Masalah Kesehatan

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, sebanyak 450 relawan telah mendapatkan penyuntikan vaksin buatan Sinovac China. Menurutnya, para relawan uji klinis vaksin corona itu tidak menunjukkan masalah kesehatan.

"Sampai sekarang yang sudah disuntik vaksin ada 450 orang, 200 sudah mau suntikan kedua dan 250 baru suntikan pertama. Sampai sekarang belum ada yang masuk rumah sakit atau gimana, semua biasa-biasa aja," ujar Kusnandi saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan (RSP), Unpad, Bandung, Rabu (9/9).

Menurut Kusnandi, reaksi yang ditimbulkan vaksin tersebut terhadap relawan sama seperti imunisasi pada umumnya. Pada saat awal penyuntikan, misalnya terasa nyeri di tempat suntikan selama beberapa saat. Namun nyeri itu kemudian akan hilang dalam waktu cepat.

"Paling-paling keluhannya demam sedikit, kemudian nyeri dalam dua hari kemudian hilang sendiri. Sama seperti kita menyuntik vaksin di Puskesmas saja. Kalau ada yang demam dikasih paracetamol," ujarnya.

(hyg/eks)

[Gambas:Video CNN]