Klaim Li Meng Yan Sebut Corona Buatan Manusia di Lab China

CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 20:48 WIB
Peneliti China yang kabur ke AS mengklaim bahwa virus corona yang saat ini menjadi pandemi adalah buatan manusia di lab militer China. Ilustrasi.Li Meng Yan, ilmuwan China yang kabur ke AS mengklaim kalau virus corona buatan manusia di lab militer China (iStockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan China yang kini kabur ke Amerika Serikat Li Meng Yan mengklaim bahwa virus corona SARS-CoV-2 yang saat ini menjadi pandemi dunia berasal dari laboratorium militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok.

Ia membantah kalau virus itu beredar dari pasar hewan di Wuhan, China. Li mengungkapkan itu dalam sebuah wawancara pada Juli lalu. Li merupakan virologi dan imunologi di School of Public Health, The University of Hong Kong (HKU).

"Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar basah di Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," ujarnya seperti dikutip dari Taiwan News.


Sebelum itu mantan perwira intelijen militer Israel Dany Shohamk juga sempat mengatakan virus corona tercipta dari kecelakaan yang tidak disengaja dalam penelitian senjata biologis yang dilakukan oleh China di Wuhan National Biosafety Laboratory di Wuhan. Menurut Shohamk ini terkait dengan program senjata biologi rahasia Beijing.

Sedangkan laporan Chemical, Biological, Radiological & Nuclear (CBRN) Defence Market pada 2017 menurut Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie, menjadi salah satu dasar melihat corona sebagai senjata biologi.

Dalam laporan itu sudah ada alat untuk menghadapi senjata kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Menurut Connie juga alat tersebut diprediksi meningkat pada 2023.

Di samping itu Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan ada bukti patogen berasal dari Institut Virologi di Wuhan.

Pasca tudingan itu, Institut Virologi Wuhan mengakui sempat memiliki tiga jenis virus corona hidup dari kelelawar. Virus hidup ini memiliki angka kemiripan sekitar 80 persen dari virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 saat ini.

Namun Institut Wuhan menegaskan tiga jenis virus corona itu, tidak mirip dengan jenis virus corona SARS-CoV-2.

Ilmuwan membantah

Namun, Weifeng Shi, direktur dan profesor dari Institut Patogen Biologi di Universitas Medis Pertama Shandong di China memberi bantahan.

Ia menyebut virus ini merupakan evolusi alami, bukan dari laboratorium China.

"Studi kami menunjukkan dengan jelas bahwa virus ini muncul secara alami di alam liar. Ini menjadi bukti kuat kalau virus SARS-CoV-2 bukan bocor dari laboratorium," kata Shi.

Senada, peneliti lain di AS juga sepakat kalau virus ini adalah virus alami bukan buatan laboratorium. Hal ini diungkap profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research dan penulis jurnal Kristian Andersen.

Mereka mengatakan dari analisis data sekuens genom publik dari Covid-19 dan virus terkait, tidak ada bukti bahwa virus itu dibuat di laboratorium atau direkayasa.

"Dengan membandingkan data urutan genom yang tersedia untuk strain coronavirus yang diketahui, kita dapat dengan tegas menentukan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses alami," kata Andersen melansir Science Daily. 
 
Peneliti riset kanker di Seattle Amerika Serikat (AS) juga sudah memberikan bantahan soal rumor yang marak beredar di media sosial tersebut.


"Tidak ada bukti yang bisa ditemukan kalau virus ini dibuat secara genetik," jelas Trevor Bedford, dari riset kanker Fred Hutchinson, dalam pertmuan ilmuwan di Seattle. "Bukti yang kami miliki bahwa mutasi (virus) sangat konsisten sebagai evolusi alami," seperti dikutip dari Financial Times. 

(ryh/eks)

[Gambas:Video CNN]