Grab Bekukan Akun Mitra jika Kumpul Lebih dari 3 Orang di DKI

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 11:53 WIB
Mitra Grab yang terbukti berkerumun akan diberikan sanksi berupa penonaktifan akun mitra pengemudi selama 14 hari setelah peringatan pertama. Teknologi geofencing mendeteksi bila ada mitra Grab yang berkumpul lebih dari 3 orang. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi ojek online, Grab resmi menjadi aplikasi online pertama di Indonesia yang memperkenalkan teknologi geofencing. Teknologi itu diklaim dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi Grab yang berkerumun di sebuah area.

Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia, Uun Ainurofiq mengatakan penerapan teknologi geofencing merupakan upaya untuk melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra selama PSBB Jilid II di DKI Jakarta.

"Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi, dimana sistem kami akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan," ujar Uun dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9).


Uun menjelaskan teknologi itu mulai diterapkan di lapangan mulai Senin, 14 September 2020. Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun, akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka.

Selain teknologi geofencing, Grab juga telah melakukan berbagai hal selama PSBB III. Misalnya, Grab mengirimkan pesan melalui aplikasi mitra pengemudi untuk mensosialisasikan aturan PSBB Jilid II dari Pemerintah DKI Jakarta dan mengimbau mitra pengemudi untuk menghindari kerumunan lebih dari 3 orang.

Grab juga menambahkan pasal dalam Kode Etik Mitra Pengemudi untuk memastikan mereka mengikuti imbauan pemerintah dan demi menjaga kesehatan mereka.

"Mitra pengemudi yang ditemukan tidak menggunakan masker atau berkerumun akan diberikan sanksi berupa penonaktifan akun mitra pengemudi selama 14 hari setelah peringatan pertama," kutip Grab dalam keterangan resmi.

Grab pun menugaskan puluhan personil untuk melakukan patroli guna memberikan imbauan persuasif kepada mitra pengemudi yang masih berkumpul di satu area dan memberikan edukasi mengenai pentingnya social distancing, serta memberikan santunan pendapatan untuk mitra pengemudi yang terkena Covid-19.

"Grab juga telah memperkenalkan armada GrabProtect yang merupakan program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan," kutip Grab.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengizinkan ojek online dan ojek pangkalan untuk tetap beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai Senin (14/9) hingga 27 September 2020.

Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi mewajibkan perusahaan aplikasi ojek online menerapkan teknologi geofencing.

Dari penerapan teknologi itu agar pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapatkan order perjalanan dari penumpang. Tujuannya agar ojol tidak berkumpul di satu tempat menunggu konsumen.

Pemprov DKI juga akan memberikan sanksi progresif bagi pengemudi ojek yang melanggar aturan PSBB sesuai Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

(jps/mik)

[Gambas:Video CNN]