Cegah Driver Berkerumun, Grab Sematkan Teknologi Geofencing

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 17:53 WIB
Teknologi geofencing diterapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan mulai Senin, 14 September lalu. Foto: Dok. Grab
Jakarta, CNN Indonesia --

Grab memanfaatkan teknologi geofencing untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman dan untuk menjaga kesehatan mereka.

Teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi yang berkerumun di sebuah area.

Ini menjadi bantuan terhadap pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta untuk dapat beradaptasi dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total Kedua.


Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia Uun Ainurofiq mangatakan melalui teknologi ini, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi dapat terlindungi melindungi mata pencaharian dan kesehatannya.

"Teknologi geofencing yang telah kami manfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai Senin, 14 September lalu," ujar Uun berdasarkan keterangan resmi, Jumat, Kamis (17/9).

Uun melanjutkan, penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi. Sistem akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan.

"Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun akan menerima peringatan melalui pesan teks atau pop-up di aplikasi mitra pengemudi mereka."

Grab (iklan)Foto: Dok. Grab
Grab (iklan)

Selain teknologi geofencing, Grab juga melakukan inisiatif lain untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi dalam PSBB Total Kedua, sebagaii berikut:

Komunikasi melalui Aplikasi Mitra dan Media Sosial
Grab mengirimkan pesan melalui aplikasi mitra pengemudi untuk menyosialisasikan aturan PSBB Jilid 2 dan mengimbau driver untuk menghindari kerumunan lebih dari 3 orang.

Penambahan Kode Etik
Mitra pengemudi yang tidak menggunakan masker dan masih berkerumun akan diberikan sanksi berupa penonaktifan akun mitra pengemudi selama 14 hari setelah peringatan pertama. Ini dilakukan demi menjaga kesehatan mereka agar dapat terus produktif.

Pengecekan Langsung di Lapangan
Grab menugaskan personel patroli untuk mengedukasi mitra pengemudi yang masih berkumpul mengenai pentingnya social distancing.

Santunan bagi Mitra Pengemudi
Grab memberikan santunan pendapatan untuk mitra pengemudi yang terkena Covid-19 agar bisa fokus melakukan isolasi mandiri selagi menunggu masa penyembuhan.

(fef/fef)

[Gambas:Video CNN]