Ahli soal Jaga Jarak 2 meter: Tergantung Indoor atau Outdoor

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 14:02 WIB
Masyarakat harus paham upaya jaga jarak ini juga dipengaruhi oleh lokasi indoor atau outdoor, kepadatan, ventilasi atau sirkulasi udara dan penggunaan masker. Jaga jarak lebih dari 1,8 meter untuk menghindari penularan Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli Pandemi & Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan penularan Covid-19 melalui droplet atau atau partikel kecil bisa dicegah dengan menggunakan masker, jaga jarak lebih dari 2 meter, dan menghindari ruangan tertutup.

Hal ini diungkap Dicky untuk menanggapi pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang mengatakan Covid-19 bisa menular melalui partikel udara yang diproduksi ketika berbicara atau bernapas. Oleh karena itu, CDC menyarankan agar jaga jarak lebih dari 1,8 meter.

"Yang harus dipahami adalah upaya jaga jarak ini juga dipengaruhi oleh lokasi indoor atau outdoor, kepadatan, ventilasi atau sirkulasi udara, dan memakai masker dan pelindung wajah," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).


Berdasarkan penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT), Dicky juga mengatakan droplet berukuran kecil atau aerosol mampu melayang hingga delapan meter. Kendati demikian, penularan bisa dicegah asal pengguna berada di area terbuka, menjaga jarak 2 meter dan memakai masker.

Di sisi lain, Dicky mengakui potensi tertular Covid-19 dari jarak empat meter apabila pengguna tidak memakai masker dan berada di dalam ruangan tertutup.

"Iya menular, tapi bila tidak memakai masker dan berada di dalam ruangan tertutup," kata Dicky.

Oleh karena itu, Dicky menekankan pentingnya kualitas sirkulasi dan ventilasi udara untuk menangkal penularan Covid-19.

Dicky mengatakan ventilasi adalah jendela atau celah udara yang membantu mengalirkan udara segar dari luar ke dalam rumah dan membuang udara kotor dan tercemar dari dalam ke luar rumah.

Pada perkantoran atau gedung hal ini sering menggunakan pendingin ruangan atau AC. Namun, Dicky mengingatkan yang harus diwaspadai adalah tidak semua AC memiliki fungsi sirkulasi.

Dicky menjelaskan AC yang baik harusnya mempercepat sirkulasi udara dalam ruangan dengan cara menghisap udara di dalam ruang sekaligus dalam jumlah besar untuk dibuang ke luar.

Pada saat yang bersamaan, mesin ini akan menarik udara segar dari luar dan memasoknya ke dalam ruangan.

"Sehingga keberadaan virus , atau patogen lainnya bisa terbuang ke luar," ujar Dicky.

Dicky juga menyarankan agar jumlah ventilasi harus sesuai dengan ukuran ruangan, setidaknya satu ruang ukuran 4 meter persegi punya satu ventilasi. Lalu kapasitas ruangan per 4 meter persegi hanya boleh digunakan oleh 1 orang saja.

"Makanya sejak awal saya selalu menyarankan untuk kapasitas ruangan, diukur dengan dibagi 4 meter persegi untuk 1 orang. Misalnya luas ruangan 20 meter persegi, maka idealnya hanya diisi 5 orang saja," kata Dicky.

Sebelumnya, CDC mengimbau untuk menjaga jarak lebih dari 1,8 meter dari orang lain kemudian tetap memakai masker, serta secara rutin membersihkan tangan dan tubuh lain.

CDC menyarankan untuk menjaga jarak sosial, mencuci tangan, rutin membersihkan dan mendisinfeksi permukaan, serta menutupi mulut dan hidung dengan masker saat berada di sekitar orang lain.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]