Jelang Akhir Hayat Mobil Listrik Pertama di Dunia

fea, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 17:45 WIB
Mitsubishi i-MiEV adalah mobil listrik pertama di dunia yang diproduksi massal dan dijual ke publik mulai 2009. Toshinaga Kato - Vice President, General Manager Indonesia Business Dept., ASEAN Div. MMC saat mencoba pengisian daya cepat pada Mitsubishi I-MiEV. (MMKSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mitsubishi Motors dilaporkan bakal berhenti memproduksi mobil listrik pertamanya, i-MiEV, karena tak lagi mampu bersaing di pasar global. Nikkei mengabarkan pemberhentian itu dilakukan paling cepat pada akhir tahun fiskal 2020, yakni 31 Maret 2021.

I-MiEV bukan cuma mobil listrik pertama Mitsubishi, tetapi juga mobil listrik pertama di dunia yang diproduksi massal. Mitsubishi mulai menjual i-MiEV pada 2009, jauh lebih dulu ketimbang banyak produsen di dunia  yang kini tertarik merancang mobil tanpa emisi bahan bakar.

Meski begitu, ketika banyak mobil listrik dan alternatif bahan bakar telah masuk ke pasar, i-MiEV tak mampu lagi bersaing. Pada tahun fiskal 2019, i-MiEV disebut cuma laku ratusan unit di seluruh dunia.


Sumber Nikkei yang mengetahui tentang i-MiEV mengatakan penyesuaian telah dibuat Mitsubishi untuk mengakhiri produksinya pada Maret 2021.

Alasan lain yang juga jadi sorotan yaitu kini fokus Mitsubishi pada kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan mengembangkan kendaraan listrik baru bersama rekan aliansinya, Nissan.

Selain i-MiEV, Mitsubishi juga diketahui berencana menutup fasilitas produksi SUV Pajero di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang. Pabrik dikatakan bakal ditutup pada 2023, sementara produksi Pajero bakal dihentikan pada 2021.

I-MiEV tak pernah dijual di Indonesia, namun mobil ini pernah disumbangkan Mitsubishi untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri. Pada Februari 2018 Mitsubishi menyumbangkan dua unit i-MiEV dan delapan unit Outlander PHEV ke Kementerian Perindustrian untuk pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

Lalu pada Oktober 2019, Mitsubishi juga menyerahkan i-MiEV sebagai alat uji pengembangan pengisian baterai kendaraan listrik di Pulau Sumba.

Mitsubishi bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PLN, dan Kyudenko.co mengembangkan energi panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bilacenge, Sumba Barat Daya. Energi dari panel surya itu digunakan untuk mengisi baterai kendaraan listrik menggunakan alat pengisian daya cepat.

(fea)

[Gambas:Video CNN]