AISI Serahkan Insentif Pajak Motor Baru ke Kemenperin

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 20:36 WIB
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia sejauh ini belum menyampaikan insentif perpajakan untuk mengangkat penjualan motor saat pandemi. Presiden Joko Widodo mengunjungi Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) masih berunding secara internal mengenai permintaan insentif perpajakan kepada pemerintah untuk membantu mengangkat penjualan sepeda motor yang lagi terpuruk karena pandemi Covid-19.

Permintaan insentif sebelumnya sudah disampaikan asosiasi industri roda empat, Gaikindo, kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yakni pemotongan besar Bea Balik Nama dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi nol persen untuk mobil baru.

Kemenperin lantas melanjutkan permintaan dengan mengusulkan hal tersebut ke Kementerian Keungangan dan Kementerian Dalam Negeri. BBN dan PPnBM sebesar nol persen diminta diberlakukan hanya sampai Desember.


Sejauh ini AISI belum menyampaikan jenis insentif perpajakan mana yang terbaik untuk pemulihan industri motor. Menurut Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala, pihaknya menyerahkan hal itu kepada Kemenperin dan Kemenkeu.

"Bentuknya insentif dalam hal ini kami serahkan ke Kemenperin dan Kemenkeu. Dan saat ini masih dalam tahap pembahasan di internal kami," kata Sigit dalam diskusi virtual, Selasa (22/9).

Menurut Sigit saat ini semua industri, tidak terkecuali motor, butuh dukungan pemerintah mengingat pasar menyusut selama pandemi.

"Jadi, tentu dalam kondisi pandemi ini yang berdampak kepada semua sektor kehidupan, setiap industri pasti butuh insentif. Dan melihat kondisi pandemi, kami industri sepeda motor akan senang jika mendapat insentif," ucap Sigit.

Kata Sigit juga motor merupakan komponen penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu alat transportasi utama dalam melakukan kegiatan harian.

Sebelumnya Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan produsen roda dua yang tergabung AISI belum mengajukan permohonan relaksasi pajak sepeda motor baru kepada pemerintah.

Sejauh ini baru produsen mobil yang mengajukannya dengan harapan relaksasi tersebut dapat merangsang daya beli konsumen.

"Jadi baru Gaikindo yang mengajukan kepada Kemenperin," kata Putu.

Menurut Putu karena baru Gaikindo yang mengajukan kepada Kemenperin, tindaklanjutnya baru usulan produsen mobil di Indonesia saja.

"Jadi baru itu yang kami tindaklanjuti," ungkap Putu.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]