Tips Otomotif

Deteksi Kerusakan Mesin Pakai Oli Bekas

r, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 20:04 WIB
Volume oli bekas yang berkurang bisa jadi indikasi ada kerusakan pada bagian piston. Ilustrasi pelumas mesin. (Istockphoto/Ensup)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jangan buru-buru buang oli yang baru keluar dari mesin saat penggantian sebab kondisinya bisa membantu membaca kesehatan mesin. Tau soal hal ini bisa menghemat pengeluaran karena dapat mendeteksi kerusakan awal dan mencegah merembet ke komponen lainnya.

Pemilik bengkel RI Matic Shop di Jakarta Timur Muhammad Ikim menjelaskan mengenali gejala kerusakan mesin bisa dilihat dari volume pelumas.

Saat pelumas bekas dikeluarkan bisa jadi volumenya berkurang dari seharusnya. Jika menyusut signifikan Ikim bilang kemungkinan ada kerusakan pada bagian piston.


Kerusakan piston sanggup bikin oli menyelinap ke ruang pembakaran mesin. Hal ini biasanya ditandai asap putih yang keluar dari knalpot.

"Jadi itu makanya asap putih keluar karena piston rusak oli kebakar masuk ruang bakar jadi ngebul putih," kata Ikim melalui pesan singkat, Selasa (29/9).

Cara lain mengetahui komponen internal mesin bermasalah tanpa membongkar yakni dengan mengenali bunyi berisik. Bunyi seperti 'tik' berulang dengan cepat seperti komponen besi berbenturan satu sama lain bisa jadi tanda ada kerusakan.

Menurut Ikim motor yang mesinnya bermasalah seperti itu bisa terasa kehilangan tenaga saat dikendarai.

"Bisa juga bunyi kasar mesin dari ring seher [piston], seher [piston], dan lainnya," ucap dia.

Ikim menambahkan kerusakan mesin juga bisa disebabkan salah menggunakan tipe oli, telat ganti oli dari batas yang telah ditentukan, dan komponen sudah aus termakan usia.

"Jadi bisa juga usia komponennya yang aus," kata Ikim.

(fea/fea)

[Gambas:Video CNN]