Rumah Sakit AS Lumpuh Akibat Serangan Peretas

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 13:49 WIB
Alhasil, beberapa rumah sakit UHS harus memasukkan data pasien secara manual dengan menggunakan pena dan kertas. Ilustrasi peretasan. (Foto: Istockphoto/ iLexx)
Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan kesehatan Universal Health Services di Amerika Serikat diserang ransomware. Akibatnya fasilitas UHS di California, Florida, North Dakota, Arizona, dan lokasi lain mengalami kelumpuhan sistem sejak Minggu (27/9) pagi.

Diberitakan komputer dan sistem telepon terkunci akibat serangan itu. Alhasil, beberapa rumah sakit UHS harus memasukkan data pasien secara manual dengan menggunakan pena dan kertas.

Sistem rumah sakit, yang memiliki lebih dari 400 lokasi di AS dan Inggris, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa jaringan TI di beberapa fasilitas sedang offline karena masalah keamanan.


Dalam pernyataan itu UHS mengatakan tidak ada data pasien atau karyawan yang terancam.

"Kami menerapkan protokol keamanan TI yang ekstensif dan bekerja dengan rajin dengan mitra keamanan TI kami untuk memulihkan operasi TI secepat mungkin. Sementara itu, fasilitas kami menggunakan proses pencadangan yang telah ditetapkan termasuk metode dokumentasi offline," kata UHS.

Salah satu orang di rumah sakit UHS mengatakan layar komputer berubah dengan teks yang merujuk pada shadow universe yang konsisten dengan ransomware Ryuk.

"Semua orang diberitahu untuk mematikan semua komputer dan tidak menyalakannya lagi. Kami diberitahu bahwa akan membutuhkan beberapa hari sebelum komputer menyala kembali," ujar orang tersebut.

Dilansir dari Tech Crunch, Selasa (29/9), ransomware Ryuk terkait dengan grup kejahatan dunia maya Rusia, yang dikenal sebagai Wizard Spider,

Pengguna Ryuk dikenal melakukan mengincar target-target besar dan pernah menargetkan organisasi besar, termasuk raksasa perkapalan Pitney Bowes dan Penjaga Pantai AS.

Beberapa operator ransomware mengatakan awal tahun ini bahwa mereka tidak akan menyerang organisasi kesehatan dan rumah sakit selama pandemi Covid-19, tetapi operator Ryuk tidak.

Dilansir dari The Verge, rumah sakit memang menjadi sasaran empuk para peretas karena sistem yang tidak diamankan dengan baik.

Awal bulan ini, seorang wanita meninggal dalam serangan ransomware di Rumah Sakit Universitas Duesseldorf di Jerman ketika dia harus dipindahkan ke fasilitas lain. Insiden itu diyakini sebagai kematian pasien pertama karena serangan siber di fasilitas perawatan kesehatan.

Kasus serangan ransomware terhadap di rumah sakit adalah penutupan rumah sakit di Inggris pada tahun 2017 setelah Korea Utara mengeluarkan ransomware WannaCry ke seluruh dunia.

(jnp/mik)

[Gambas:Video CNN]