Tips Otomotif

Hindari Penggunaan Karet V-Belt Skutik Sampai Getas dan Pecah

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 18:50 WIB
Pemilik skutik banyak yang tidak paham berapa lama penggunaan karet v-belt. Karena itu kenali kerusakan v-belt sebelum putus dalam perjalanan. V-belt tersimpan di dalam box wajib dicek secara berkala. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengalami putus v-belt pada motor matic di jalan situasi menyebalkan. Saat v-belt putus praktis motor tidak dapat bergerak karena tidak ada yang menggerakkan roda belakang.

V-belt ibarat nyawa bagi sepeda motor matic karena komponen tersebut berfungsi sebagai penggerak. Komponen berbahan karet ini bekerja seperti rantai pada motor manual bebek dan lain.

Kepala Mekanik Planet Ban Arie Saputra menyarankan pengendara skutik memperhatikan komponen tersebut. Jangan karena V-belt letaknya tersembunyi, namun komponen itu luput dari pantauan dan akhirnya putus.


"Karena memang banyak pemilik kendaraan matik tidak memeriksa komponen ini karena posisinya memang tertutup," kata Arie dikutip Rabu (30/9).

Menurut Arie V-belt putus karena aus akibat pemakaian. Gejala sabuk ini akan putus dapat terlihat dari timbulnya getas atau pecah-pecah.

"Jika secara fisik belum menunjukkan gejala getas atau pecah-pecah, belt akan disemprotkan cairan conditioner supaya kembali lentur. Ini untuk mencegah belt putus mendadak di jalan," ucap dia.

Mengutip Wahana Honda, V-belt memiliki usia pakai. Umumnya usia v-belt beragam atau tidak sama antara satu matic dengan motor lainnya.

Pembeda dari usia v-belt pada motor tergantung pemakaian dan sering digunakan mengangkut barang atau benda terlalu berat melebihi kapasitas maksimum. Selain itu, apabila skutik sering dibawa 'kebut-kebutan', maka menjadi salah satu faktor penyebab v-belt cepat aus.

Namun standar rata-rata waktu harus mengganti v-belt ketika skutik sudah menempuh jarak antara 25 ribu sampai 30 ribu kilometer atau sekitar dua tahun pemakaian.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]