Nigeria Buat Alat Tes Covid-19, Diklaim Murah dan Lebih Cepat

CNN Indonesia | Senin, 05/10/2020 12:42 WIB
Penemuan alat tes Covid-19 yang dikembangkan ilmuwan Nigeria ini diklaim menghasilkan tes kit yang lebih murah dalam 40 menit. Ilustrasi tes Covid-19. (AP/Channi Anand)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nigeria mengembangkan alat tes uji virus corona Covid-19 dengan harga murah dengan hasil deteksi yang lebih cepat. Penemuan yang dikembangkan Institut Penelitian Medis Nigeria (NIMR) ini diklaim menghasilkan alat tes yang lebih murah dibandingkan PCR kit yang pernah diproduksi dan dapat memberikan hasil dalam 40 menit.

"Kami melihat kebutuhan untuk lebih banyak pengujian, terutama yang dapat memberikan hasil dalam waktu singkat karena rumah sakit menolak untuk merawat pasien tanpa hasil Covid-19," kata Direktur NIMR, Babatunde Salako, dikutip dari CNN, Minggu (4/10).

Tes kit ini akan menelan biaya kurang dari 25 dolar AS atau kurang dari Rp350 ribu. Alat tes ini juga diklaim mudah dioperasikan oleh tim medis hanya menggunakan mobile machine.


Salako mengatakan cara deteksi mesin yang digunakan oleh NIMR berbeda dengan mesin PCR pada umumnya. Menurutnya, tes kit yang sedang dikembangkan ini dimaksud untuk memeriksa patogen lain.

Untuk keakuratan alat kit tersebut, ia mengatakan masih sedikit lebih rendah dari alat tes swab PCR namun cukup baik untuk digunakan merawat pasien.

"[tes kit] ini sedikit lebih rendah dari tes swab PCR, tetapi untuk hal perawatan, kami yakin sudah cukup baik untuk saat ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Salako mengatakan alat tes kit buatan NIMR ini akan diproduksi massal setelah mendapat validasi dari Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria dan Dewan Sains Laboratorium Medis Nigeria. Ia berharap proses validasi tersebut tidak memakan waktu lama.

"Satu-satunya batasan adalah kami harus memproduksi lebih banyak sampel kit ini dan memperoleh beberapa mesin baru yang merupakan kunci dari pekerjaan kami. Setelah selesai, kami dapat memproduksi massal dengan dukungan pemerintah dan melayani pasar di seluruh Afrika," kata Salako.

Nigeria saat ini mengimpor alat uji PCR dari China, pihaknya kesulitan mendapatkan kit PCR untuk populasinya yang ditaksir berjumlah 200 juta jiwa. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria per 2 Oktober, kasus Covid-19 di Nigeria tercatat sebanyak 59.000 kasus, dengan kasus kematian lebih dari 1.000 kasus.

Kendati demikian, Nigeria bukan negara pertama di Afrika yang mengklaim bisa memproduksi alat tes Covid-19 murah dan cepat. Sebelumnya, ilmuwan Senegal juga mengklaim berhasil memproduksi alat tes corona yang bisa mengeluarkan hasil dalam 10 menit. 

Dalam pengumuman terpisah minggu ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang bekerja dengan beberapa mitra regional dan lembaga donor, mengatakan berencana untuk memasok 120 juta tes cepat Covid-19 dengan harga terjangkau namun berkualitas ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di Afrika.

Rencananya, tes reaksi cepat antigen akan dijual di bawah 5 dollar AS atau Rp75 ribu.

(mel/DAL)

[Gambas:Video CNN]