Rusia Berhasil Temukan Udara Bocor di ISS Berkat Daun Teh

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 09:32 WIB
Kosmonaut Rusia berhasil menemukan kebocoran udara di ISS atau stasiun luar angkasa internasional berkat daun teh. Ilustrasi. Kosmonot Rusia telah temukan kebocoran udara di stasiun luar angkasa internasional berkat daun teh (Screenshot via Google Maps Street View)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, akhirnya berhasil menemukan sumber kebocoran udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berkat daun teh.

Roscosmos menyampaikan bahwa kosmonot Anatoly Ivanishin membiarkan daun teh memandu pencarian sumber kebocoran. Caranya, Ivanishin melepaskan beberapa lembar daun dari kantong teh di ruang transfer Modul Layanan Zvezda yang berisi peralatan ilmiah.

Kemudian para kru menutup ruangan itu dengan menutup pintu palka dan memantau daun teh di kamera video saat mereka mengapung dalam gaya berat mikro.


Berdasarkan pengamatan, daun tampak perlahan melayang menuju goresan di dinding dekat peralatan komunikasi modul. Pergerakan itu membuktikan bahwa itu adalah celah di mana udara keluar.

Kru Roscosmos pun berhasil menemukan lubang sekitar 2-4 cm di modul Zvezda. Meski sangat kecil, keboocoran itu bisa sangat membahayakan kru jika dibiarkan.

Para kru lantas menambal kebocoran menggunakan pita Kapton pada 19 Oktober 2020. Pita Kapton merupakan bahan polimida, isolator untuk menambal kompnen ISS yang gbocor. Pita Kapton dapat bertahan pada suhu minus 273 derajat Celsius hingga plus 400 derajat, seperti dilaporkan Science Alert

"Ada kit perbaikan di atas kapal yang terbuat dari berbagai cara , pita scotch, plastisin khusus, lem. Dan setelah kebocoran ini ditemukan, tempat itu difoto, video pendek dibuat dan dikirim ke MCC, di mana spesialis MCC memutuskan untuk menutup sementara tempat ini dengan dengan bantuan pita khusus," kata Vladimir Ustimenko, kepala layanan pers Roscosmos, seperti dikutip Vesti

Retakan terletak di ruang transisi modul Zvezda antara kompartemen kerja dan docking di tempat yang sulit dijangkau, di area salah satu instrumen.

Akademisi dari Akademi Kosmonautika Rusia Tsiolkovsky Igor Marinin menyampaikan spesialis dari Central Research Institute of Mechanical Engineering dan Khrunichev Center sedang menyelidiki dan mengidentifikasi penyebab dari retakan ini.

Ketika teridentifikasi, dia berkata akan diambil keputusan bagaimana cara menangani dan cara memperbaikinya.

ISS diketahui mengalami kebocoran udara sejak berada di antariksa. Namun, kebocoran udara dalam jumlah yang tidak biasa baru terjadi sejak September 2019.

Awalnya, kebocorannya sangat kecil, hanya 270 gram per hari. Tetapi pada Agustus 2020, tingkat kehilangan meningkat secara dramatis menjadi lima kali lipat atau hampir satu setengah kilogram udara.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK