LIPI Ungkap Alasan Gigitan Komodo Mematikan

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 05:00 WIB
Peneliti LIP menyatakan gigitan komodo sangat berbahaya, salah satunya karena kandungan di dalam air liurnya. Ilustrasi Komodo. (Foto: AFP/JUNI KRISWANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Evy Arida menyatakan gigitan komodo sangat berbahaya. Dia mengatakan liur komodo mengandung banyak jenis bakteri.

"Gigitan komodo berbahaya karena tidak hanya satu bakteri yang ada di situ ya, ada sekitar seribuan jenis bakteri," ujar Evy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).

Evy tak menjelaskan jenis bakteri yang ada di mulut komodo. Dia hanya menambahkan bahwa komodo juga memiliki bisa cukup berbahaya.


Seperti biawak, dia mengatakan komodo memiliki kelenjar bisa. Namun, dia berkata bisa itu tidak memiliki tingkat bahaya seperti bisa pada ular kobra atau mamba.

Lebih lanjut, Evy menuturkan gigitan komodo tidak langsung menyebabkan kematian. Mangsa komodo biasanya mati setelah beberapa hari hingga satu minggu setelah digigit.

"Itu matinya selain karena bisa, tapi juga bakteri yang memperburuk infeksi dan tidak mendapat pertolongan," ujarnya.

Di sisi lain, Evy berkata komodo memburu mangsa dengan cara menggigit. Setelah itu, komodo meninggalkan mangsanya hingga mati.

"Setelah itu, dia akan kembali setelah mangsanya menjadi bangkai," ujar Evy.

Evy menambahkan proses memakan mangsa juga tidak dilakukan secara sembarangan. Dia menyebut komodo yang memiliki ukuran paling besar dan jantan mendapat giliran pertama untuk memakan mangsanya, kemudian dilanjutkan komodo yang kecil.

"Jadi ada hierarki," ujarnya.

Lebih dari itu, Evy membeberkan bahwa nenek moyang komodo berasal dari Australia. Hal itu berdasarkan penemuan fosil kadal raksasa di Australia, termasuk yang ditemukan di Pulau Timor.

"Tetapi populasi yang di Australia dan Timor punah. Entah kenapa punahnya, barangkali adalah akibat perubahan iklim yang membuatnya tidak cocok lagi," ujar Evy.

Berdasarkan hasil penelitian itu, dia menegaskan komodo bukan bagian dari dinosaurus sebagaimana yang diketahui selama ini.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK