Hasil Riset: Terapi Antibodi Kurangi Gejala Berat Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 29/10/2020 11:58 WIB
Dua uji coba terapi antibodi Covid-19 menunjukkan hasil menjanjikan, gejala pada pasien berkurang signifikan. Foto ilustrasi. Terapi berjemur di pantai untuk pemulihan pasien ICU Covid-19 di Spanyol. (AP/Emilio Morenatti)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua uji coba terapi antibodi Covid-19 menunjukkan hasil yang menjanjikan. Uji coba yang dilakukan perusahaan farmasi Eli Lilly and Company dan Regeneron Pharmaceuticals mengindikasikan terapi antibodi dapat mengurangi gejala pada pasien Covid-19.

Terapi antibodi Covid-19 milik Eli Lilly dan Regeneron ini merupakan dua dari 78 terapi antibodi monoklonal yang tengah diuji dalam berbagai tahap perkembangan di seluruh dunia. Perusahaan Eli Lilly dan Regeneron merupakan yang paling disorot. Terapi antibodi Covid-19 Regeneron sempat diberikan pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat positif Covid-19.

Hasil uji coba terapi antibodi Eli Lilly

Berdasarkan laporan terbaru yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, hasil uji coba tahap dua terapi antibodi Eli Lilly dapat menurunkan risiko rawat inap dan meredakan beberapa gejala pada sejumlah pasien dengan kasus Covid-19 ringan hingga sedang.


Uji coba ini dilakukan pada 452 pasien. Sebagian pasien menjalani terapi pengobatan, sebagian lagi dengan penanganan plasebo. Hasilnya, hanya 1,6 persen pasien yang menerima terapi antibodi Covid-19 yang mengalami perkembangan gejala semakin parah sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Sedangkan pada pasien yang menerima plasebo, terdapat 6,3 persen yang mengalami perubahan gejala semakin parah.

Pada pasien risiko tinggi yakni yang berusia 65 tahun ke atas atau obesitas, sebanyak 4 persen mengalami gejala yang semakin parah. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan pasien yang mendapatkan plasebo yakni 15 persen harus dirawat karena gejala yang kian parah.

Saat ini, Eli Lilly melanjutkan uji coba dengan jumlah pasien yang lebih banyak untuk membuktikan efektivitas terapi antibodi Eli Lilly sehingga bisa digunakan secara luas.

Eli Lilly juga sudah membuat kesepakatan senilai US$375 juta dengan pemerintah Amerika Serikat untuk 300 ribu botol antibodi dan tengah menunggu persetujuan penggunaan darurat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Sementara itu, terapi antibodi Eli Lilly untuk pasien Covid-19 yang parah dihentikan karena tidak menunjukkan perbaikan.

Hasil Uji Coba terapi antibodi Regeneron

Dalam siaran pers yang diterbitkan Regeneron, perusahaan tersebut menyatakan hasil uji coba terbaru menunjukkan terapi antibodi mengurangi kebutuhan kunjungan medis pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Hasil uji coba ini tidak dipublikasikan dalam jurnal medis dan juga tidak ditinjau oleh rekan sejawat.

Regeneron mengungkap hasil uji coba terhadap 800 pasien secara signifikan dapat mengurangi jumlah virus atau viral load. Pasien yang menggunakan terapi antibodi cocktail ini mengalami penurunan viral load lebih dari 10 kali lipat pada hari kelima dibandingkan dengan pasien yang menggunakan plasebo

Temuan lain adalah penggunaan terapi antibodi ini juga mengurangi perawatan ke rumah sakit dan unit gawat darurat hingga 73 persen pada pasien dengan satu faktor risiko penyakit parah.

"Analisis hari ini, secara prospektif mengkonfirmasi bahwa REGN-COV2 memang dapat secara signifikan mengurangi viral load dan lebih lanjut menunjukkan bahwa pengurangan virus ini terkait dengan penurunan yang signifikan dalam kebutuhan akan perhatian medis lebih lanjut," kata Presiden Regeneron George D Yancopoulos, dikutip dari CNN.

Regeneron saat ini tengah mengkaji dosis yang tepat digunakan untuk pasien Covid-19. Perusahaan itu juga menyebut sudah mengirimkan hasil pada FDA untuk mendapatkan persetujuan penggunaan darurat. Regeneron juga sudah mengantongi kesepakatan US$450 juta dengan pemerintah AS.

(ptj/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK