Komunitas Harley Respons Cekcok Moge Vs TNI: Introspeksi

CNN Indonesia | Senin, 02/11/2020 13:54 WIB
Harley-Davidson Club Indonesia mengatakan prihatin atas kejadian itu dan mengungkap ada hikmahnya. Ilustrasi touring moge. (istockphotos/shaunl)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komunitas pengguna Harley-Davidson terbesar di Tanah Air, Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), merespons kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah pengguna motor gede (moge) asal Amerika Serikat ini terhadap anggota TNI.

HDCI merupakan komunitas Harley-Davidson di Indonesia yang sudah eksis sejak 1990-an. Sejauh ini kurang lebih HDCI punya 3.100 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perwakilan HDCI, Ferdo Raturandang, mengatakan, komunitasnya prihatin dengan kejadian itu.


"HDCI prihatin atas kejadian kemarin, dan doa kami supaya korban bisa cepat sembuh dan penyelesaian yang baik dengan berbagai pihak. Di sisi lain setiap kejadian ada hikmahnya," kata Ferdo melalui pesan singkat, Senin (2/10).

Ferdo menilai hikmah dari kejadian itu agar semua pihak yang terlibat dalam touring melakukan introspeksi.

"Hikmahnya untuk introspeksi ke dalam bahwa dalam touring harus sehat badannya dan sehat karakternya, tidak arogan dengan mengatur emosi yang dewasa," kata dia.

Menurut Ferdo touring pengguna moge yang terkenal arogan tidak dapat dibenarkan dan disamaratakan. Arogansi pada saat touring moge tetap kembali pada pribadi masing-masing.

"Kembali ke pribadi bikers masing-masing. Banyak juga yang anti dikawal, jalan sopan dan tidak mau melanggar lalu lintas," ucap Ferdo.

Kata Ferdo selama ini HDCI selalu menanamkan berbagai nilai dalam setiap kegiatannya. Pihaknya juga dikatakan semaksimal mungkin mengajak semua anggota menjadi pelopor keselamatan berlalulintas dan berlaku sopan di jalan.

"Di HDCI kami memegang enam nilai yaitu kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, inklusif, sosial, dan horizontal. Semua ini jauh dari arogansi dan kriminal," kata Ferdo.

Kejadian viral yang sebelumnya terjadi melibatkan pengguna moge dari Harley Owners Group (HOG) di Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (30/10). Saat itu pengguna moge terlibat cekcok dengan pengendara motor yang diketahui anggota TNI dan berujung pengeroyokan.

Akibat pengeroyokan saat ini kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka yaitu berinisial BS, MS, HS, TR, dan JA. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP terkait dugaan pengeroyokan.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK