Mengenal Satelit 6G Pertama di Dunia yang Diluncurkan China

CNN Indonesia | Rabu, 11/11/2020 10:12 WIB
China meluncurkan satelit 6G pertama di dunia ke luar angkasa di saat dunia tengah sibuk menerapkan jaringan 5G. Ilustrasi jaringan 6G. (iStockphoto/sompong_tom)
Jakarta, CNN Indonesia --

China meluncurkan satelit 6G pertama di dunia ke luar angkasa di saat dunia tengah sibuk menerapkan jaringan 5G. Satelit ini diluncurkan untuk menguji pita spektrum baru untuk menggelar jaringan 6G di masa depan.

Pengembangan 6G ini masih pada tahap yang masih awal dan masih belum jelas terkait teknologi yang akan digunakan untuk standar komersial.

Yang jelas jaringan 6G ini akan memberikan kecepatan, kapasitas, dan latensi yang lebih superior. Hal ini akan memajukan kemajuan teknologi hingga ke ujung batas. Teknologi 6G memungkinkan realitas yang diperluas (XR) yang benar-benar imersif, hologram seluler tanpa latensi.


Jaringan 6G akan didukung oleh spektrum terahertz (THz) yang akan memberikan kemajuan signifikan dalam kecepatan dan kapasitas.

Jaringan 6G telah diantisipasi hingga 100 kali lebih cepat dari 5G. Spektrum inilah yang akan menjadi fokus eksperimen satelit ini.

Secara khusus, satelit akan menguji kinerja spektrum terahertz di luar angkasa. Satelit akan menguji apakah frekuensi baru akan memungkinkan transmisi tanpe henti dan komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya yang lebih rendah.

Harapannya adalah jaringan 6G yang didukung oleh spektrum terahertz dapat memberikan peningkatan besar pada layanan internet satelit yang saat ini terbatasi oleh masalah kecepatan, kapasitas, dan latensi.

Dilansir dari Tech Radar, standar 6G diperkirakan dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan peluncuran komersial mulai tahun 2030.

Dilansir dari Mobile World Live, ada beberapa inisiatif penelitian di seluruh dunia yang berfokus pada pengembangan 6G.

Selain China, program 6Genesis sudah berjalan dengan baik di Finlandia Utara. AS juga memiliki ambisi 6G dan Samsung ingin memperluas pengaruhnya ke industri jaringan.

NTT Docomo di Jepang memulai langkah awal untuk mengembangkan teknologi 6G pada bulan Januari dengan tujuan peluncuran komersial pada tahun 2030. Pada bulan Mei China Unicom dan ZTE menandatangani perjanjian strategis untuk mengembangkan teknologi 6G.

Kedutaan Besar China di AS mencuitkan bahwa satelit 6G yang  adalah salah satu dari 13 satelit di roket Long March-6 yang diluncurkan pada 6 November di Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di provinsi Shanxi. Satelit uji 6G memiliki berat hanya 70 kg.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK