INDEF: Prabowo Paling Dibicarakan, Terawan Paling Dikritik

CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 14:11 WIB
Riset INDEF menyebut Menhan Prabowo paling banyak dibicarakan dan Menkes Terawan paling dikritik lewat sentimen negatif. Indef menyebut Menhan Prabowo Subianto paling banyak dibicarakan disusul oleh Menkes Terawan (CNN Indonesia/ Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto punya jumlah perbincangan tertinggi di media sosial dan sentimen negatif tertinggi berupa kritik pada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Tiga nama menteri yang paling banyak dibicarakan adalah:
1. Prabowo Subiyanto (141,5 ribu percakapan),
2. Terawan Agus Putranto (103 ribu percakapan),
3. Erick Tohir (100,3 ribu percakapan).

Sementara sentimen negatif di media sosial terhadap Menteri Terawan mencapai 74 persen, tertinggi di antara menteri lain.


Daftar tujuh menteri dengan sentimen negatif tertinggi adalah:
1. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (74 persen),
2. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (57 persen),
3. Menkominfo Johnny G. Plate (55 persen),
4. Menag Fachrul Razi (53 persen),
5. Menteri KKP Edhy Prabowo (47 persen),
6. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim (44 persen), dan
7. Menteri Keuangan Sri Mulyani (44 persen).

Sumber sentimen negatif terhadap Terawan berasal dari bantahan WHO atas klaim pujian terhadap Terawan dan kursi korong dalam program televisi Mata Najwa.

Sedangkan Prabowo dan Erick tidak masuk dalam jajaran menteri yang mempunyai sentimen paling negatif di publik karena kebijakan, kiprah, perilaku, dan pernyataannya.

"Sentimen negatif Menteri Kesehatan paling tinggi, mencapai tidak kurang dari 74 persen, tetapi sedikit turun dibandingkan dengan sentimen pada masa puncak kekhawatiran terhadap Covid beberapa bulan awal setelah outbreak (wabah) bulan Maret dan April 2020," seperti tertulis dalam hasil riset INDEF yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (16/11).

INDEF menyampaikan riset dilakukan sejak bulan Juli sampai 13 November 2020. INDEF mengklaim berhasil mengumpulkan 2,18 juta informasi dan data berupa percakapan tentang presiden, wakil presiden, dan menteri.

Sementara itu, perbincangan terkait Presiden Joko Wododo di media sosial (medsos) mencapai 1,2 juta perbincangan sejak bulan Juli hingga 13 November 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 49,9 persen mempunyai sentimen negatif.

"Percakapan yang terjaring dan terkait Presiden Joko Widodo relatif besar jumlahnya, yakni tidak kurang dan 1,22 juta percakapan."

INDEF mengatakan besarnya jumlah percakapan tersebut terkait dengan tugas, sikap, perilaku dan kebijakannya. Selain itu, terdapat bot dalam percakapan mengenai Jokowi di medsos.

Selain Jokowi, INDEF juga melaporkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak banyak diperbincangkan di medsos. Perbincangan terkait Ma'riuf hanya 104,9 ribu percakapan atau  sangat jauh di bawah intensitas perbincangan terkait Jokowi.

"Ini mengindikasikan wakil presiden terlihat seperti ban serep pada masa orde baru," kata Indef.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK