Analisis

Jurus Anies, Ganjar dan RK Tutupi 'Gagap' Jokowi soal Corona

jnp, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 08:39 WIB
Gencarnya kepala daerah seperti Anies, Ganjar, hingga RK melawan corona lewat medsos dinilai mampu menutupi gagapnya komunikasi publik pemerintah Jokowi. Ilustrasi Anies dan Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gencar menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi terkait virus corona SARS-COV-2 

Mereka menggunakan Facebook, Instagram, Youtube, WhatsApp hingga Twitter untuk menangkal penyakit Covid-19 tersebut.

Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan menilai hal itu sebagai langkah untuk mengisi kekosongan informasi di masyarakat yang tidak mampu di penuhi oleh pemerintah pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo


"Ketika ada beberapa Kepala Daerah dengan memeragakan penanganan dengan langkah yang lebih konkret, maka masyarakat lebih tenang.  Dan itu diisi oleh beberapa kepala daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. Ini lebih baik," ujar Firman, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (16/3).

Perbedaan pernyataan pemerintah pusat dan daerah pun diakui Firman sempat mengikis kepercayaan publik. Hal ini terkait pernyataan Ridwan Kamil soal pasien meninggal di Cirebon positif corona. Padahal sebelumnya pemerintah pusat menyatakan pasien tersebut negatif corona.

"Tanpa tendensi politis, masyarakat bertanya jadi selama ini pemerintah menutup-nutupi? Kok beda pernyataan pusat dengan daerah," tutur Firman.


Firman menyebut krisis kepercayaan masyarakat pada gaya komunikasi pemerintah memuncak ketika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif corona. Dari situ muncul efek domino akibat gaya komunikasi yang buruk terhadap publik.

Sementara itu, Pengamat TIK dari CISSRec Pratama Persadha juga menilai langkah para kepala daerah itu tepat. Menurutnya penyebaran informasi lewat media sosial adalah langkah tepat. Sebab, media sosial memang telah menjelma menjadi sumber informasi utama masyarakat, khususnya kaum milenial.

"Pemakai media sosial kita sudah lebih dari 160 juta orang, jadi menjangkaunya lebih mudah. Selain itu dengan konten di di media sosial, edukasi menjadi lebih mudah, bisa dibagikan ulang lewat media sosial maupun aplikasi chat seperti WhatsApp, sangat efektif untuk masyarakat perkotaan," kata Pratama kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Minim transparasi Jadi Biang hoaks Marak

Minimnya transparansi dan informasi publik oleh pemerintah Jokowi dinilai menjadi musabab menjamurnya berita hoaks terkait virus corona dan akhirnya dipercaya masyarakat.

"Masyarakat bergerak berdasar persepsi yang ada di dalam benaknya. Bukan berdasar informasi yang terbukti benar. Tujuan mereka mencari ketenangan," tutur Firman.

Senada, Pratama juga menyebut masifnya informasi mengenai Covid-19 di media sosial dari pejabat resmi bakal mencegah penyebaran hoaks corona. Sebab negara, melalui pejabat dan instansinya harus menjadi rujukan utama.

Oleh karena itu, Pratama mengatakan para pemimpin dan sistem pendukungnya perlu terus muncul di media sosial, khususnya di media pemberitaan.

"Hal ini sekaligus untuk mencegah hoaks corona yang tersebar. Karena itu kita sangat mengapresiasi saat pemerintah daerah bisa menyediakan data persebaran sehingga masyarakat di daerah tersebut bisa lebih waspada dan menjaga diri," ujar Pratama.


Pada fase ini, menurut Firman muncul tuntutan agar pemerintah Jokowi lebih transparan. Ia pun berharap pemerintah pusat harus mengambil peran manajemen dan manajemen komunikasi untuk meraih kepercayaan masyarakat.

Menurut Firman, saat ini masyarakat bergerak ke segala arah untuk mencari ketenangannya masing-masing.

"Dengan berbagai keresahan itu pemerintah perlu mengisi kekosongan informasi publik dengan langkah-langkah yang konkret. Termasuk harapannya pada tindakan masyarakat maupun pemangku kebijakan lainnya," ujar Firman.


Sebelumnya, Anies Baswedan melalui akun media sosial mengajak seluruh warga DKI Jakarta untuk mencuci tangan dengan sabun secara rutin. Kemudian, Anies meminta agar tidak keluar rumah kecuali urusan penting, hindari kerumunan massa, dan beribadah di kediaman masing-masing dulu selama corona.

Anies juga merinci perkembangan terkini soal penyebaran wabah corona di ibu kota dan pengertian pasien atau suspect corona.


Senada dengan Anies, lewat akun instagram, Ganjar Pranowo juga meminta warga Jawa Tengah untuk tenang menghadapi wabah corona. Politikus PDIP itu meminta warga untuk menjaga imunitas tubuh dan menjaga kebersihan lingkungan.

[Gambas:Instagram]

Begitupun Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa RK itu memaparkan penyebaran virus corona di Jawa Barat lewat situs pemprov dan meminta agar anak-anak sekolah belajar dari rumah selama dua minggu ke depan (home learning).


[Gambas:Instagram]


(eks/eks)