Vaksin Pfizer Diklaim Ampuh 95 Persen Lawan Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 19:39 WIB
Pfizer mengklaim setelah uji coba ketiga, tingkat keampuhan vaksin buatannya kini sudah mencapai 95 persen. Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer. (AP/Bebeto Matthews)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak mau kalah dengan perusahaan vaksin Moderna, Pfizer mengumumkan berdasarkan hasil akhir dari uji coba tahap ketiga, vaksin buatannya telah mencapai 95 persen efektif alias ampuh melawan virus corona Covid-19.

"95 persen efektif dalam mencegah infeksi Covid-19, bahkan pada orang dewasa yang lebih tua, dan tidak menyebabkan masalah keamanan yang serius," tulis Pfizer dan mitranya BioNTech dalam pernyataan resmi, mengutip CNN, Rabu (18/11).

Pfizer melaporkan ada 170 relawan yang diuji coba dalam kasus infeksi virus corona. Menurut Pfizer, infeksi didapatkan pada 162 relawan yang mendapat plasebo, atau suntikan garam biasa. Sementara delapan relawan yang mendapatkan vaksin terbukti ampuh.


"Itu berhasil hingga keampuhan 95 persen," kata Pfizer.

"Keampuhan vaksin konsisten di seluruh usia, ras dan demografi etnis. Kemanjuran yang diamati pada orang dewasa di atas usia 65 tahun lebih dari 94 persen," tambah Pfizer.

Pfizer mengklaim dalam beberapa hari ke depan akan mengajukan izin kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk izin mengedarkan vaksin Covid-19. Selain itu Pfizer menargetkan akan memproduksi 50 juta vaksin di akhir 2020.

"Berdasarkan proyeksi saat ini, perusahaan berharap dapat memproduksi secara global hingga 50 juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 dan hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021," kata Pfizer.

Menurut Pfizer ada 10 kasus Covid-19 parah yang diamati dalam uji coba, dengan sembilan kasus terjadi pada kelompok plasebo dan satu di kelompok yang divaksinasi BNT162b2. BNT162b2 adalah nama uji coba untuk vaksin Covid-19 versi Pfizer.

"Sampai saat ini, Komite Pemantau Data untuk studi vaksin Covid-19 belum melaporkan masalah keamanan serius terkait dengan vaksin Covid-19 Pfizer," kata Pfizer.

Pfizer mengklaim hanya menemukan kasus relawan kelelahan saat uji coba tahap ke-3. Hal itu karena sang relawan sudah melewati tahap uji coba pertama dan kedua.

"Orang dewasa dan yang lebih tua cenderung mengalami lebih sedikit efek samping dan yang muda alami lebih ringan," tambahnya.

Dua perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Moderna dan Pfizer sedang berlomba untuk membuat vaksin Covid-19 yang paling efektif. Sebelumnya, vaksin Covid-19 Moderna diklaim sudah mencapai tingkat efektivitas hingga 94,5 persen. 

Kedua pengumuman ini membuat kabar baik yang menguatkan sentimen positif di tengah pandemi corona. Vaksin untuk mencegah Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 pun mulai menemui titik terang.

Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi yang dikenal sebagai mRNA. Vaksin mRNA tidak menggunakan virus utuh. Melainkan hanya memotong sebagian RNA virus. Bagian virus yang dipotong adalah bagian yang digunakan virus untuk hinggap di sel manusia dan menginfeksi.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK