LAPAN Ungkap Alasan Batu Meteor di Tapanuli Sangat Berharga

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 18:49 WIB
Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengatakan batu meteroit di Tapanuli menyimpan informasi tentang masa lalu tata surya. Batu meteor itu sangat berharga. Batu meteor yang jatuh di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Rhorom Priyatikanto mengatakan batu meteroit tipe kondrit yang diduga jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyimpan informasi tentang masa lalu tata surya.

Menurut Rhorom karena itu meteorit tersebut sangat bernilai dari perspektif ilmiah. Untuk diketahui batu meteor adalah batu dari ruang angkasa yang sedang terbakar di atmosfer. Sementara meteorit adalah meteor yang sampai ke muka Bumi.

"Meteor tipe kondrit belum terdiferensiasi seperti batuan-batuan di Bumi. Dengan kata lain, masih ada indikasi bahwa meteor tersebut masih menyimpan informasi tentang masa lalu tata surya. Inilah yang membuat meteor ini bernilai dari perspektif ilmiah," ujar Rhorom kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/11).


Rhorom menjelaskan asteroid tipe kondrit dianggap sebagai batu yang masih 'perawan'. Meteorit itu belum mengalami proses diferensiasi sehingga struktur dan komposisinya mencerminkan kondisi awal tata surya.

"Beda dengan batuan Gunung Merapi misalnya yang sudah digodok sekian juta tahun di perut gunung," ujarnya.

Lebih lanjut, Rhorom menyampaikan ada berbagai cara untuk mengungkap asal mula tata surya. Meski teori besar tentang pembentukan tata surya sudah cukup mapan, tapi ada banyak aspek detil yg masih bisa didalami.

Salah satunya, lanjut dia terkait mekanisme pembentukan molekul organik yang bisa dianggap sebagai cikal bakal protein hingga kehidupan.

"Bisa juga ditelaah dalam kaitannya dengan asal muasal air yang ada di Bumi," ujar Rhorom.

Melansir NASA, meteorit yang jatuh ke Bumi mewakili beberapa material asli dan beragam yang membentuk planet miliaran tahun yang lalu. Dengan mempelajari meteorit, manusia dapat mempelajari tentang kondisi dan proses awal dalam sejarah tata surya.

"Ini termasuk usia dan komposisi blok bangunan planet yang berbeda, suhu yang dicapai pada permukaan dan interior asteroid, dan sejauh mana material dikejutkan oleh dampak di masa lalu," jelas NASA.

Sebelumnya, meteorit dilaporkan jatuh di kawasan Satahi Nauli, Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 1 Agustus 2020. Melansir Lunar and Planetary Institute, ada empat meteorit yang jatuh saat itu dengan bobot seluruhnya mencapai 2,55 kilogram.

Salah satu meteorit berukuran 2,1 kg dilaporkan jatuh di rumah warga bernama Josua Hutagalung. Saat ini, meteorit itu diketahui sudah dijual kepada orang asing dan dijual kembali di eBay.

Berdasarkan peelusuran, salah satu meteorit bernama Kolang yang di jual di eBay mencapai US$29.120 atau Rp414.4773.696 (kurs Rp14.233).

(jps/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK