Piatek, Bule AS Pembeli Batu Meteor Rp200 Juta di Tapanuli

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 17:57 WIB
Batu meteor yang menimpa rumah Josua di Sumatera Utara kini ada di tangan Jay Piatek, kolektor meteorit terkenal asal Amerika Serikat. Ilustrasi batu meteor yang dibeli Jay Piatek. (Abdi Somat Hutabarat/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Joshua Hutagalung (34) mendapat Rp200 juta usai menjual batu meteor yang jatuh menimpa rumahnyadi Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 1 Agustus 2020. Sang pembeli diketahui merupakan warga negara asing bernama Jared Collins.

Mengutip Daily Mail, Jared Collins merupakan ahli meteor asal Amerika Serikat (AS). Ia kemudian mengaku dikirim oleh kolektor bernama Jay Piatek untuk mengamankan meteorit dan melakukan negosiasi harga dengan Josua.

"Ponsel saya menyala dengan tawaran gila bagi saya, saya kemudian pesan tiket pesawat," kaya Jared.


"Saya membawa uang sebanyak yang saya bisa kumpulkan dan pergi mencari Josua, yang ternyata adalah negosiator yang cerdik," tambahnya.

Rampung transaksi dengan Josua, Jared mengirimkan batu tersebut ke AS, dan saat ini resmi menjadi koleksi pribadi Jay Piatek.

Pecahan batu tersebut kemudian dijual kembali seorang kolektor kedua melalui situs jual-beli eBay seharga 757 poundsterling (Rp14,1 juta) per gram. Harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp26 miliar.

Meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai CM1 / 2 Carbonaceous Chondrite. Varietas yang sangat langka itu resmi dinamai Kolang.

Jay Piatek, Kolektor Batu Meteor dari AS

Melansir Science Mag, kiprah Piatek (53) di dunia koleksi meteor sudah masyhur di komunitas astronomi AS. Lahir d Indiana, AS, Piatek adalah jebolan kedokteran Indiana University dan menjadi dokter hingga membuka klinik sejak 1995. Berburu meteor adalah hobinya yang dimulai tahun 2003.

Piatek mengaku tertarik meteor sejak anaknya yang masih kelas 4 SD kala itu belajar meteordi sekolah. Namun Piatek sadar meteor hanya dimiliki lembaga riset antariksa saja atau museum.

Piatek pun mulai mencari dari eBay dan pameran batu dan mineral. Piatek kemudian membuka jaringan dengan komunitas ilmuwan dan lembaga riset antariksa. Dia berburu meteor ke seluruh dunia.

Singkat cerita, Piatek pernah punya koleksi sebanyak 1.300 spesimen meteor. Namun beberapa tahun lalu, akibat sakit yang ia derita, Piatek memutuskan untuk mengurangi kecanduan meteroit dan menjual 400 spesimen yang ia punya.

Salah satu yang paling berharga adalah meteor Black Bauty. Ia mengaku menjualnya sebesar satu juta dolar AS ke miliarder teknologi Naveen Jain.

Ia pun menceritakan bahwa Black Bauty adalah meteor dari Planet Mars. Batu ini jatuh di Maroko, jutaan tahun lalu dan ditemukan suku nomaden Maroko tahun 2011. Tak butuh waktu lama, Piatek langsung membeli Black Beauty lewat perantara penjual batu mulia dan meteor bernama Aziz Habibi seharga Rp 85,2 juta.

Penemuan batu sontak menghebohkan para kolektor meteor dunia. Pasalnya harganya mencapai USD10.000 per gram dan cuma ada 2 kg di dunia. Piatek memiliki sekitar 1,4 kg atau senilai USD14 juta atau Rp199 miliar.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK