Ahli Pakai Sinar-X Teliti 'Jeroan' Mumi Tanpa Pembongkaran

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 05:00 WIB
Para ahli mengunakan kombinasi computed tomography (CT) dengan difraksi Sinar-X untuk meneliti mumi Mesir era Romawi, di Hawara, Mesir. Para ilmuwan telah memelopori teknik baru yang memungkinkan mereka menyelidiki bagian dalam mumi berusia 1.900 tahun dengan X-ray. (Foto: MOHAMED EL-SHAHED / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan telah memelopori teknik baru yang memungkinkan mereka menyelidiki bagian dalam mumi berusia 1.900 tahun tanpa harus membuka dan merusak artefak kuno.

Peneliti menggunakan kombinasi baru teknologi computed tomography (CT) dengan difraksi Sinar-X lias X-Ray untuk mengungkap petunjuk tentang mumi Mesir era Romawi, yang ditemukan di Hawara, Mesir.

Selama hampir satu abad, mumi Mesir telah dicitrakan secara noninvasif dengan Sinar-X.


Dalam temuan yang diuraikan dalam Journal of Royal Society pada hari Selasa, tim peneliti menjelaskan menggunakan kombinasi CT scan dan difraksi Sinar-X untuk pertama kalinya, mengungkapkan petunjuk tentang mayat kuno yang tergeletak di dalamnya.

Dengan menggunakan X-Ray, para ahli bisa mengidentifikasi objek kecil pada mumi dalam keadaan terbungkus.

"Sinar-X mengeluarkan apa yang pada dasarnya adalah sidik jari yang merupakan karakteristik material," kata Stuart Stock, seorang peneliti di Sekolah Kedokteran Feinberg di Universitas Northwestern di Chicago mengutip CNN, Rabu (25/11).

Apa yang ditemukan para ahli dari Northwestern University, Argonne National Laboratory, dan Metropolitan State University of Denver di tubuh yang diduga milik anak berusia 5 tahun, mengejutkan mereka.

Para peneliti menemukan sepotong kecil kalsium karbonat yang sangat murni dalam mumi tersebut, yang mereka yakini adalah bentuk yang tepat untuk menjadi kumbang scarab, yang secara tradisional ditempatkan pada sayatan di perut selama mumifikasi.

"Objek buram ini memiliki bentuk yang tepat untuk scarab. Scarab adalah simbol kelahiran kembali," ucapnya.

Item tersebut memberikan petunjuk lebih lanjut tentang status sosial mumi meskipun bukan bangsawan. Sebuah penelitian tentang tubuh juga menunjukkan bahwa anak tersebut, yang dianggap perempuan.

Para ahli percaya bahwa teknik ini dapat digunakan untuk studi lebih lanjut tentang mumi, memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai objek yang terkubur di samping mayat kuno, tanpa perlu mengganggu dan merusak tubuh.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK