Ahli Temukan Semut Mampu Ubah Kerangkanya jadi Zirah

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 15:09 WIB
Ilmuwan menemukan semut yang mampu mengubah kerangkanya jadi zirah atau body armor memanfaatkan biomineral. Ilustrasi semut. (Pixabay/Dragonfyre20)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan menemukan semut pemotong daun yang mampu mengubah kerangkanya menjadi zirah atau body armor menggunakan biomineral. Biomineral adalah kekuatan pelindung yang sebelumnya tidak dikenal di dunia serangga.

Melansir Iflscience Kamis (26/11), lapisan tubuh besi biomineral terlihat di kehidupan alami krutasea seperti lobster. Biomineral juga ditemukan pada hewan laut lainnya seperti duri bulu babi yang mengandung kalsium karbonat.

Lapisan biomineral itu berkembang saat semut dewasa. Membentuk kerangka yang keras untuk menutupi hampir seluruh tubuh semut.


Phys memberitakan, para peneliti curiga bahwa itu ada hubungannya dengan semut tentara, spesies lain dari semut yang tumbuh jamur, Atta Cephalotes atau Acromyrmex echinatior.

Kedua spesies tersebut memang sering terlibat dalam 'perang' teritorial antar semut.

"Semut tentara jenis Acro dan Atta bisa saling memotong tubuh lawan jika tidak ada 'baju zirah'. Namun ketika mereka memiliki baju besi, mereka benar-benar berubah dan selalu menang," kata peneliti. 

Para peneliti menemukan temuan tersebut saat menyelidiki hubungan antara spesies semut yang ditumbuhi jamur Acromyrmex echinatior dan bakteri penghasil antibiotik yang membantu mereka melindungi tanaman mereka.

Profesor Bakteriologi di Universitas Wisconsin-Madison,  Cameron Currie, mengatakan pihaknya memperhatikan bahwa 'semut pekerja' yang lebih besar, yang dikenal sebagai mayor, memiliki lapisan butiran keputihan di atas permukaan tubuh mereka.

Peneliti menemukan bahwa manfaat dari 'kulit' keras yang mengalami biomineralisasi lebih dari sekadar memberi perlindungan tambahan saat perang sesama semut.

Studi mereka menunjukkan bahwa itu juga membantu melindungi mereka dari infeksi jamur penyebab penyakit Metarhizium anisopliae, yang mungkin menyebar dengan cepat melalui koloni padat mereka.

Jurnal Nature Communications mengungkapkan bahwa jenis semut pembudidaya jamur itu menumbuhkan pelindung tubuhnya sendiri menggunakan biominerals. Biomineralisasi adalah proses dimana organisme hidup menghasilkan mineral, sering untuk mengeraskan atau membuat kaku jaringan yang ada.

Jaringan seperti ini disebut sebagai jaringan termineralisasi. Mineral tersebut juga sering membentuk fitur struktural, seperti kerang laut, serta tulang pada mamalia dan burung.

Semut ini juga disebut sebagai semut pemangkas daun, yang evolusinya sangat tidak biasa, karena selama 60 juta tahun terakhir, semut berevolusi bersama dengan jamur yang mereka tanam untuk makanan.

Koloni dewasa beberapa spesies semut ini merupakan superorganisme yang efektif, dengan potensi jutaan semut terbagi dalam golongan yang berbeda.

Peneliti menemukan banyak spesies semut yang tumbuh pada daun yang tertutup oleh lapisan mineral, pelapis kerangka luar, yang secara efektif memberi pelindung pada tubuh mereka.

Untuk menguji fungsi biomineral pada semut, peneliti menempatkan semut dalam pertempuran, meniru perang semut teritorial yang sering terjadi di alam.

"Dalam pertempuran langsung semut yang lebih besar dan lebih kuat, semut dengan kutikula biomineralisasi kehilangan bagian tubuh yang jauh lebih sedikit dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan semut bebas biomineral," ujar peneliti.

Penelitian selama 6 hari, 50 persen semut dengan biomineral berhasil melawan musuh yang lebih kuat, berbeda dengan semut tanpa biomineral.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK