Ahli Temukan Jamur Halusinogen yang Ubah Jangkrik Jadi Zombie

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 06:48 WIB
Peneliti menemukan populasi jangkrik yang terinfeksi jamur sehingga mengendalikan pikiran mereka untuk menginfeksi serangga lain seperti zombie. Ilustrasi jamur beracun. iStockphoto/pong-photo9
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti mengklaim telah menemukan populasi baru jangkrik yang terinfeksi secara brutal oleh jamur parasit yang mengendalikan pikiran mereka dan memaksa mereka untuk menginfeksi serangga lain.

Dijuluki 'Zombie cicadas', serangga itu di bawah pengaruh Massospora, jamur psikedelik yang mengandung bahan kimia seperti yang ditemukan dalam jamur halusinogen.

Melansir CNN, Jumat (7/8) spora Massospora pertama-pertama menggerogoti alat kelamin, pantat, dan perut jangkrik. Mereka kemudian diganti dengan spora jamur yang digunakan untuk mengirimkan jamur ke jangkrik lainnya.


Studi baru yang diterbitkan oleh PLOS Pathogens menyebutkan jangkrik yang terinfeksi, yang ditemukan di Virginia Barat oleh para peneliti universitas pada bulan Juni 2020 adalah populasi jangkrik ketiga yang ditemukan telah terinfeksi oleh Massospora.

Karena jangkrik memiliki siklus hidup 13 atau 17 tahun dan hidup di bawah tanah sampai muncul lebih dari satu dekade kemudian, mempelajari bagaimana Massospora menginfeksi spesies diklaim bisa sangat sulit.

Para peneliti berkata jangkrik yang terinfeksi terus bergerak tanpa menyadari penyakit mereka. Hal itu karena jamur memanipulasi perilaku serangga untuk menjaga inang tetap hidup daripada membunuh mereka untuk memaksimalkan penyebaran spora.

Studi itu menemukan bagaimana infeksi mengarah pada perilaku hiperseksual. Meskipun jangkrik yang terinfeksi kehilangan kemampuan untuk kawin ketika bagian belakangnya menjadi tempat kembang biak jamur, mereka akan tetap berusaha kawin untuk menularkan jamur secara seksual ke jangkrik yang sehat.

Jamur parasit bahkan memanipulasi jangkrik jantan untuk menjentikkan sayap, meniru ajakan kawin betina sehingga dapat menginfeksi jangkrik jantan yang lain.

Sejauh ini, para peneliti meyakinkan bahwa jangkrik yang terinfeksi tidak berbahaya bagi manusia. Selain itu, jamur yang menginfeksi jangkrik itu tidak menimbulkan risiko serius bagi populasi jangkrik secara keseluruhan.

Melansir CNET, jangkrik yang terinfeksi jamur tidak hanya mencoba untuk kawin tetapi juga melakukan aktivitas seperti biasa meskipun sebagian besar tubuh mereka telah hilang dan diambil alih oleh spora.

"Jangkrik yang terinfeksi, terlepas dari kenyataan bahwa sepertiga dari tubuh mereka telah jatuh, terus melakukan kegiatan seperti kawin dan terbang seolah-olah tidak ada yang terjadi. Ini benar-benar sangat unik untuk jamur pembunuh serangga," ujar  rekan penulis studi Matthew Kasson.

Selain berfokus pada Massospora, peneliti juga menemukan ada jamur parasit lain yang juga mengendalikan inang serangga. Disebut Ophiocordyceps unilateralis, jamur parasit itu banyak ditemukan di hutan tropis.

Hanya dalam 10 hari, jamur parasit bisa terus tumbuh di dalam tubuh semut hingga akhirnya menembus kepala semut. Kemudian melepaskan spora jamur mematikan yang kemudian menginfeksi lebih banyak semut.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]