Satelit Navigasi China Beidou Akan Layani Wilayah ASEAN

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 05:29 WIB
Sistem Satelit Navigasi BeiDou China segera menyediakan layanan untuk negara-negara ASEAN. Ilustrasi Beidou China. (AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah pangkalan yang fokus pada pemanfaatan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BeiDou Navigation Satellite System/BDS) China berencana menyediakan layanan untuk Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Rencana itu telah ditindaklanjuti lewat sebuah kesepakatan dalam sebuah forum acara China-ASEAN Expo ke-17. Dalam forum itu, negara Thailand, Kamboja, dan Filipina telah membuat kesepakatan.

Melansir Xinhua, direktur Kantor Navigasi Satelit China Ran Chengqi mengatakan bahwa kinerja layanan sistem BDS di kawasan ASEAN adalah salah satu yang terbaik di wilayah mana pun di seluruh dunia.


Dengan sistem BDS-3 yang telah beroperasi sejak 31 Juli, negara-negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) akan menikmati layanan yang lebih akurat, lebih andal, dan lebih beragam serta tepat yang disediakan oleh BDS.

Sistem BDS-3 adalah infrastruktur luar angkasa pertama yang disediakan China untuk layanan pengguna global.

Melansir otoritas informasi China, banyak negara telah menggunakan sistem BDS. Sistem BDS juga telah digunakan dalam banyak hal.

Pada tahun 2013, lebih dari 500 terminal BeiDou presisi tinggi digunakan di Myanmar. Hal itu menunjukkan penerapan skala besar pertama produk presisi tinggi BeiDou dalam pengumpulan data pertanian dan manajemen presisi lahan di Asia Tenggara.

Pada tahun 2015, BDS diterapkan pada pembangunan gedung Bank Nasional Kuwait setinggi 300 meter. BDS digunakan untuk mencegah kesalahan pengukuran vertikal selama proses pembangunan. Ini adalah pertama kalinya BeiDou digunakan untuk memantau konstruksi bangunan bertingkat tinggi di luar negeri.

Di Indonesia, sistem BDS digunakan untuk mengeksplorasi pengembangan smart city. Sejauh ini, produk dasar berbasis BeiDou telah diekspor ke lebih dari 120 negara serta kawasan dan telah berhasil diterapkan di ASEAN, Asia Selatan, Eropa Timur, Asia Barat, Afrika dan sebagainya.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK