Tak Cuma Kadal, Ekor Aligator Juga Bisa Tumbuh Hingga 23 Cm

CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 19:34 WIB
Peneliti terkejut dengan temuan baru bahwa kerabat buaya, aligator mampu menumbuhkan kembali ekornya seperti layaknya kadal dan tokek. Ilustrasi aligator. (CNN Indonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti terkejut dengan temuan baru bahwa kerabat buaya, aligator mampu menumbuhkan kembali ekornya seperti hewan reptil kadal dan tokek.

Melansir CNN, aligator muda ternyata memiliki kemampuan regenerasi ekor hingga 23 centimeter (cm) atau 18 persen dari total tubuhnya. Temuan ini telah memberikan informasi lebih lanjut tentang proses regenerasi pada hewan dengan tulang punggung yang disebut amniota.

Para peneliti dari Arizona State University (ASU) dan Louisiana Department of Wildlife and Fisheries menggunakan teknik pencitraan yang dikombinasikan dengan metode mempelajari anatomi dan susunan jaringan untuk memeriksa struktur ekor yang bisa tumbuh kembali.


Hasilnya, ekor baru ini adalah struktur kompleks dengan kerangka pusat yang terdiri dari tulang rawan yang dikelilingi jaringan ikat dan terhubung dengan pembuluh darah dan saraf. Peneliti menduga, kemampuan regenerasi atau menumbuhkan kembali ekor ini telah memberi aligator keuntungan fungsional di habitat air yang keruh.

"Kerangka yang tumbuh kembali dikelilingi oleh jaringan ikat dan kulit tetapi tidak memiliki otot rangka," ujar salah seorang peneliti, Kenro Kusumi, yang merupakan profesor dan direktur Sekolah Ilmu Kehidupan ASU.

"Bahkan ekor yang tumbuh kembali tanpa otot sangat penting bagi predator besar," tambahnya.

Melansir EurekAlert, penulis utama dalam riset tersebut, Cindy XU, menyebut kalau ekor baru aligator itu tidak tumbuh sesempurna seperti aslinya. Pembedahan mengungkapkan bahwa regenerasi ekor tidak memiliki otot rangka, melainkan terdiri dari jaringan ikat fibrosa yang mirip dengan jaringan parut.

"Ekor aligator yang tumbuh kembali menunjukkan tanda-tanda regenerasi dan penyembuhan luka dalam struktur yang sama," kata Cindy Xu.

Selain itu juga ekor baru ini didukung oleh tulang rawan yang tak beruas. Sisik luar juga lebih padat daripada biasanya dan tidak ada sisik pada bagian atasnya. Kendati demikian, tetap saja ini merupakan kemampuan yang sangat mengesankan untuk hewan sebesar aligator.

Namun dalam temuan yang telah diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports tersebut juga sekaligus melahirkan pertanyaan baru mengenai evolusi regenerasi anggota tubuh.

"Jika kita memahami bagaimana hewan yang berbeda mampu memperbaiki dan meregenerasi jaringan, pengetahuan ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan terapi medis," ungkap Rebecca Fisher, peneliti lain juga terlibat dalam riset.

Peneliti berharap, temuan mereka akan membantu pada pendekatan terapeutik baru untuk memperbaiki cedera dan mengobati penyakit seperti radang sendi. 

Aligator dikenal sebagai kerabat dekat dinosaurus zaman modern. Mereka bisa tumbuh dengan panjang tubuh mencapai 4 meter. Sementara kerabat jauhnya yang juga sesama reptil dengan ukuran lebih kecil, yakni kadal memiliki kemampuan meregenerasi ekor.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK