Suzuki Indonesia Tunda Peluncuran 2 Motor Baru Saat Pandemi

fea, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 17:25 WIB
Menurut Suzuki Indomobil Sales (SIS) peluncuran produk baru ditunda sebab situasi pasar semasa pandemi Covid-19 tidak memungkinkan. Logo Suzuki. (AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan menunda peluncuran dua produk sepeda motor baru pada tahun ini karena situasi pandemi virus corona (Covid-19). Satu produk baru itu dikatakan merupakan model baru yang belum pernah dimiliki Suzuki sebelumnya, sementara satu lainnya adalah model penyegaran.

Yohan Yahya, 2W Sales & Marketing Departement Head SIS, menjelaskan, model baru itu sebenarnya sudah 100 persen siap diluncurkan. Meski begitu perilisan ditangguhkan lantaran disebut pasar belum siap dalam situasi pandemi.

"Kami sudah siapkan, tapi mungkin akan kita luncurkan tahun depan," kata Yohan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/12).


Yohan enggan menjelaskan identitas model baru itu, namun dikatakan peluncuran pada tahun depan akan disesuaikan situasi terkini.

Sejauh ini SIS sudah meluncurkan lima produk baru pada tahun ini, terdiri dari empat penyegaran yang meliputi penggantian warna dan satu varian baru.

Empat penyegaran itu adalah warna baru pada Satria F150, GSX-R150 MotoGP 2020 Edition, Address, dan Nex II. Keempat produk ini diluncurkan pada Oktober.

Sementara varian baru adalah Nex Crossover pada November yang merupakan edisi skutik dengan setang lebar dan ban dual purpose.

Penjualan Motor Suzuki 2020

Yohan memprediksi pada tahun ini penjualan motor Suzuki di dalam negeri hanya mencapai 35 ribuan unit. Angka itu disebut turun hingga lebih dari 50 persen dibanding hasil 2019.

Pada 2019 penjualan motor Suzuki sebesar 71 ribu unit. Suzuki merupakan merek motor terlaris ketiga dalam data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia.

Yohan menjelaskan pandemi mempengaruhi penjualan motor kelas bawah alias entry level, konsumen pembeli motor jenis ini disebut banyak yang terpukul efek negatif perekonomian. Dia juga menyoroti situasi pihak perusahaan pembiayaan yang selektif memilih konsumen sehingga menyulitkan penjualan motor.

Pada tahun depan Yohan memprediksi situasi otomotif di Indonesia bisa pulih pada kuartal ketiga atau keempat. Dia menyebut sudah menyiapkan setidaknya empat produk baru, termasuk dua produk yang tertunda pada tahun ini.

(fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK