Inggris Resmi Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin Pfizer

AP, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 14:48 WIB
Vaksin corona buatan Pfizer dan BioNTech telah mendapat izin untuk disuntikkan di Inggris guna tangkal Covid-19. Vaksin corona buatan Pfizer dan BioNTech telah mendapat izin untuk disuntikkan di Inggris guna tangkal Covid-19. (AFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pfizer dan BioNTech menyebut telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA/Emergency Use Authorization) vaksin corona mereka oleh pemerintah Inggris guna menangkal Covid-19.

Vaksin ini menjadi penangkal virus corona pertama di dunia yang mendapat izin untuk disuntikkan ke manusia. Selain itu, ini adalah salah satu vaksin yang didukung oleh disiplin penelitian yang ketat.

Izin ini juga menjadikan Inggris sebagai salah satu negara pertama yang mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. CEO Pfizer Albert Bourla menyebut keputusan Inggris ini sebagai "momen bersejarah".


"Kami fokus untuk bergerak dengan tingkat urgensi yang sama untuk secara aman memasok vaksin berkualitas tinggi di seluruh dunia," kata Bourla dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AP.

Beberapa negara lain juga bakal segera menyusul. Amerika Serikat dan Uni Eropa juga tengah melakukan penilaian kelayakan penggunaan darurat vaksin besutan Pfizer ini.

Pfizer menyebut akan segera mulai mengirimkan pasokan vaksin secara terbatas ke Inggris. Perusahaan itu juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasokan vaksin serupa ke AS jika sudah mendapat restu Badan Pengawas Obat dan Makanan A.S. (FDA). Diperkirakan AS baru menentukan pilihan pada pekan depan.

Meski sudah mendapat restu, patut diperhatikan soal ketersediaan pasokan. Sebab, jumlah produksi vaksin ini terbatas, sehingga akan terjadi kelangkaan. Ketersediaan vaksin akan dijatah hingga awal tahun depan. Hal ini dilakukan hingga perusahaan bisa meningkatkan kapasitas produksi.

Inggris telah memesan vaksin Pfizer untuk 20 juta orang. Namun, masih belum jelas berapa yang akan tiba pada akhir tahun.

Selain itu, masalah distribusi vaksin juga menjadi sorotan. Sebab, vaksin ini mesti disimpan dalam suhu sangat dingin pada -70 hingga -80 derajat Celcius. Selain itu, agar ampuh, setiap orang juga mesti disuntikkan dua kali dalam tiga minggu.

Pemerintah Inggris menetapkan para petugas medis, penghuni panti jompo, dan para manula adalah deretan pertama yang akan menerima suntikan vaksin.

Vaksin corona yang dikembangkan Pfizer, perusahaan yang berbasis di AS, dan mitra Jerman, BioNTech, telah diuji pada puluhan ribu orang.

Hasil kesimpulan sementara penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin tersebut 95 persen efektif mencegah penyakit COVID-19 ringan hingga parah.

Perusahaan tersebut mengatakan kepada regulator bahwa dari 170 infeksi pertama yang terdeteksi pada relawan studi, hanya delapan di antara orang-orang yang telah menerima vaksin sebenarnya dan sisanya mendapatkan suntikan palsu (plasebo).

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK