Cara Kerja BigBox Telkom, Klaim Atasi Masalah Big Data di RI

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 04:20 WIB
Untuk mengatasi hambatan terkait pengelolaan data di Indonesia, Telkom memperkenalkan layanan BigBox. Ilustrasi big data. (Istockphoto/SARINYAPINNGAM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan tantangan tersendiri bagi industri di mana data kian tersebar, tidak terintegrasi, tidak ada standardisasi dan kesulitan interoperabilitas data.

Untuk mengatasi hambatan terkait pengelolaan data di Indonesia, Telkom memperkenalkan BigBox. Layanan itu diklaim bisa menjadi solusi big data analytics untuk program Satu Data Indonesia yang dicetuskan pemerintah. Layanan ini akan menyasar instansi maupun korporasi di Indonesia.

BigBox sendiri adalah layanan end-to-end big data yang diproduksi dari Amoeba sebagai inkubasi model startup internal perusahaan.


Hal ini didasarkan pada data International Data Center (IDC) Benchmark Analysis Report bulan November 2020 yang memiliki produk kunci seperti data integration, data lake, workflow management, search engine, data exploration & insight, real time dashboard, API factory, dan crawling engine.

"Melalui BigBox kami juga mendorong digital talent di Telkom dan BUMN untuk dapat bersama menggali potensi big data ini dan mampu menghadirkan layanan terbaik untuk semua," kata Direktur Utama Ririek Adriansyah saat diskusi virtual, Rabu (2/12).

Laporan IDC tersebut didasarkan terhadap produk horizontal platform BigBox yang terdiri dari 8 modul (BigLake, BigSpider, BigAction, BigSearch, BigQuery, BigBuilder, BigFlow, dan BigEnvelope).

Selain itu, BigBox juga memiliki vertical platform, yaitu social media analytic platform (BigSocial), e- commerce analytic platform (BigCommerce) dan one data management platform (BigOne). Khusus untuk BigOne, akan diusung oleh Telkom untuk menjadi platform Satu Data Indonesia, secara nasional.

BigBox diyakini mampu memenuhi semua hal yang tercantum dalam kebutuhan Satu Data Indonesia.

Mulai dari lingkungan data yang terintegrasi dan mudah diakses, pengolahan data, analitik yang akurat dan dipertanggungjawabkan, sampai menghasilkan insight untuk pengambilan keputusan serta API (Application Programming Interface) marketplace yang memudahkan data dibagi.

Inisiatif adanya BigBox juga dicetuskan Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2019 lalu, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yakni kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi-pakaikan.

Inisiatif pemerintah ini ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintahan, tak hanya untuk pengambilan kebijakan tapi juga bentuk pemenuhan kebutuhan data publik bagi masyarakat.

(din/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK