WhatsApp Business Tawarkan Fitur Baru Jualan Online

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 06:53 WIB
WhatsApp Business menyediakan fitur Carts atau Keranjang Belanja untuk penggunanya. WhatsApp Business menyediakan fitur keranjang belanja. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

WhatsApp Business memboyong fitur Carts atau Keranjang Belanja untuk mempermudah penggunannya berbelanja online. Ini merupakan fitur baru jualan online WhatsApp.

Fitur itu diperkenalkan melalui unggahan video yang dibagikan WhatsApp di akun media sosial Twitter resmi mereka pada 8 Desember waktu setempat.


Dalam unggahan video tersebut, terlihat seorang wanita sedang bercermin dan fitur cart merupakan bagian dari WhatsApp for Business.

Fitur carts sendiri berada di kontak bot WhatsApp Business, ketika ia mengetik, "Hi! I need some new clothes. What do you have?" (Hai! Saya butuh baju baru. Apa yang kamu punya?).

Lalu bot akan mengarahkan ke fitur cart ke WhatsApp Business, kemudian terlihat deretan baju dan celana yang dijual di sana.

Sebelumnya, WhatsApp Business meluncurkan fitur katalog pada 8 November 2019, yang memungkinkan para pebisnis untuk menyusun berbagai jenis produk mereka secara berurutan.

Fitur ini hadir untuk memudahkan konsumen menemukan produk yang ingin mereka beli. Pasalnya, sebelum fitur katalog diluncurkan, pelaku bisnis harus mengirim satu per satu gambar produk ke akun WhatsApp Business mereka.

Lebih lanjut, aplikasi pesan instan milik Facebook itu mengatakan pelaku bisnis juga dapat menambahkan informasi produk mereka seperti harga, deskripsi, dan kode produk.

Pada awal peluncurannya, fitur katalog dalam aplikasi WhatsApp Business hanya tersedia di beberapa negara seperti Brasil, Jerman, India, Indonesia, Inggris, dan Amerika.

Namun, WhatsApp mengatakan bakal segera merilis fitur katalog secara world wide (ke seluruh dunia).

Sebelumnya, fitur katalog untuk WhatsApp Business telah diperkenalkan oleh pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg disela konferensi F8 pada April lalu di San Jose, California, AS.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK