Virus Corona Baru di Inggris, Kemungkinan Tak Mempan Vaksin

CNN Indonesia | Selasa, 15/12/2020 15:55 WIB
Menkes Inggris mengumumkan varian baru virus corona yang terbuka kemungkinan tak mempan dengan vaksin yang ada. Ilustrasi virus corona. (iStockphoto/koto_feja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan ada varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang teridentifikasi di Inggris dan terbuka kemungkinan tak mempan vaksin Covid-19 yang saat ini ada.

Virus corona jenis baru ini diyakini dapat menyebar lebih cepat dari virus corona yang ada sebelumnya. Ini juga memicu peningkatan kasus Covid-19 yang tajam di Inggris.

Matt menyebut telah ditemukan lebih dari 1.000 kasus Covid-19 akibat infeksi dari varian virus jenis baru ini. Kasus akibat varian virus baru ini tersebar di 60 wilayah otoritas lokal Inggris. Diperkirakan virus varian baru ini serupa dengan mutasi yang ditemukan di sejumlah negara dalam beberapa bulan belakangan.


"Kami telah mengidentifikasi varian baru dari virus corona yang mungkin penyebarannya lebih cepat di tenggara Inggris," kata Matt, Selasa (15/12), seperti dilansir dari The Guardian

Matt tidak menutup kemungkinan bahwa varian baru virus ini bisa kebal terhadap vaksin Covid-19 yang akan diberikan pada minggu ini di Inggris.

"Saya harus menekankan bahwa pada momen ini tidak menyebabkan penyakit serius atau gejala klinis baru, tapi sangat tidak mungkin mutasi ini akan gagal menanggapi vaksin, tapi kita tetap harus waspada," tuturnya.

Menteri Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) baru mengidentifikasi virus corona baru ini pada Jumat pekan lalu.

Menanggapi mutasi virus corona ini, Dosen klinis Universitas Exeter, Bharat Pankhania meyakini tidak perlu memperbarui vaksin yang sedang ditelitinya. "Kami yakin tidak perlu memperbarui vaksin kami," ujarnya.

Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty mengatakan, strain virus corona baru ini masih diteliti, namun berdasarkan penelitian awal menunjukkan bahwa mutasi ini tidak lebih berbahaya dari virus corona yang sudah ada.

"Mungkin saja akan berpengaruh pada kemanjuran vaksin, tapi itu akan mengejutkan," kata Chris, dikutip Sky News.

Sementara Pakar Keadaan Darurat Badan Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengatakan, mutasi virus corona bukan hal baru. Pihaknya bahkan telah melihat lebih banyak varian virus corona.

"Pihak berwenang sedang melihat signifikansinya, kami telah melihat lebih banyak varian, virus ini berkembang dan berubah seiring waktu," tuturnya.

(mln/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK