Susul Huawei, Drone Asal China DJI Masuk Daftar Hitam AS

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 15:48 WIB
Susul Huawei, produsen drone raksasa asal China, DJI masuk ke dalam daftar hitam atau Entity List Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Drone DJI masuk blacklist AS. (Dok. DJI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen drone raksasa asal China, DJI masuk ke dalam daftar hitam atau Entity List Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS), menyusul Huawei dan beberapa perusahaan teknologi asal China lainnya.

DJI diklaim beresiko untuk keamanan nasional Amerika Serikat di bawah rezim Donald Trump. Imbas dari perang dagang tersebut, perusahaan yang berbasis di AS dilarang untuk ekspor teknologinya ke DJI.

Selain itu AS menilai DJI dianggap turut serta dalam pelanggaran HAM di China termasuk memata-matai etnis minoritas Uighur.


"Mereka melakukan skala besar pelanggaran HAM di China dengan melakukan pengawasan teknologi tinggi," ujar Menteri Perdagangan AS Wilbur Rose, melansir Industry Week.

Karena masuk dalam daftar hitam, AS diprediksi akan kesulitan menyediakan komponen bagi pengguna DJI untuk dipakai di produk drone mereka. Kemungkinan, toko DJI di AS juga akan terhambat dalam menjual produk DJI.

Beberapa perusahaan asal China dicurigai berperan sebagai mata-mata atau spionase, dengan meneruskan data-data yang dikumpulkan dari produknya. Data tersebut disinyalir dipergunakan untuk kebutuhan pemerintahan China.

Melansir BBC, selain DJI, AS juga menambahkan beberapa perusahaan lain ke daftar blacklist. Seperti AGCU Scientech Instruments & Materials (ASIM), dan Kuang-Chi Group.

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo memberikan pernyataan terkait Blacklist tersebut. Ia akan menggunakan segala cara untuk melakukan pencegahan perusahaan China untuk berbuat jahat di AS.

"Amerika Serikat akan menggunakan semua tindakan pencegahan, termasuk tindakan untuk mencegah perusahaan dan institusi (China) mengeksploitasi barang dan teknologi AS untuk tujuan jahat," katanya Pompeo.

Sebelumnya, berbagai cara dilakukan Trump untuk menyiasati perang dagang dengan alih-alih memberikan proteksi untuk pemerintahan Amerika Serikat.

Pada Mei 2019 lalu perusahaan teknologi asal China, Huawei dan beberapa perusahaan yang memproduksi chip juga turut menjadi korban.

Trump menyebut Huawei sebagai perusahaan teknologi China sebagai perusak kepentingan AS. Karenanya, ia memaksa pemasok besar, seperti Google dan ARM Holdings untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan China itu. Sementara, operator top di Inggris dan Jepang ikut menunda peluncuran ponsel pintar Huawei.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK