Amrih dan Digitalisasi Aksara Jawa di Yogyakarta

CNN Indonesia | Senin, 28/12/2020 04:16 WIB
Seorang filolog yang bekerja di Dinas Kebudayaan Daerah Yogyakarta, Setya Amrih Prasaja, telah memelopori digitalisasi aksara Jawa ini di daerahnya. Ilustrasi. Abdi dalem mengikuti kelas pamulangan atau membaca dan menulis aksara Jawa di perpustakaan kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Melestarikan budaya bangsa bisa dengan beragam cara, salah satunya seperti yang dilakukan beberapa sekolah di Yogyakarta yang menggunakan aksara Jawa secara digital dalam pembelajaran sehingga aksara peninggalan nenek moyang itu tidak punah.

Seorang filolog yang bekerja di Dinas Kebudayaan Daerah Yogyakarta, Setya Amrih Prasaja, telah memelopori digitalisasi aksara Jawa ini di daerahnya. Dan, sudah 10 tahun aksara itu sudah digunakan secara digital dalam pembelajaran sekolah.

Amrih yang dulunya juga merupakan seorang guru Bahasa Jawa, telah menggabungkan aksara Jawa dengan teknologi sehingga bisa dipergunakan di komputer.


"Waktu itu saya minta izin kepada Kepala Sekolah untuk di SMA 2 Bantul pendidikan basis budayanya tidak ke hal yang bersifat benda, tapi justru main di karakter dan pola pikir anak dengan aksara (Jawa)," kata Amrih seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/12).

"Hingga di SMA 2 Bantul itu dari ulangan harian sampai ulangan akhir semester full menggunakan aksara Jawa," sambungnya.

Amrih mengaku pola itu cukup efektif, yaitu dengan membiasakan diri menggunakan aksara Jawa pada komputer dalam pembelajaran sehari-hari, lambat laun siswa akan terpola dan mengenal aksara Jawa secara digital. Alhasil, sambung Amrih, dalam praktiknya para siswa sudah terbiasa dan tidak kesulitan dalam menjawab soal-soal yang dituliskan dalam aksara Jawa secara daring (online).

"Tahun 2010 waktu saya pertama jadi guru itu saya udah bilang di kelas, anak-anak saya giring ke lab TIK (Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi). Meskipun saya bukan orang TIK, tapi ada fasilitas TIK saya manfaatin, karena sudah saya biasakan untuk ulangan harian online," kata Amrih.

Hal senada juga diungkapkan sosok yang satu profesi dengan Amrih, Bekti Pangastuti. Menurut Bekti digitalisasi aksara Jawa sangat memudahkan kegiatan belajar mengajar karena dengan adanya perangkat digital siswa lebih semangat dan lebih tertantang dalam mempelajari aksara tradisional tersebut.

"Dulu awal mengajar pembelajaran aksara Jawa masih manual. Ketika Pak Setya Amrih masuk ke SMA 2 Bantul, dari sini awal digitalisasi Aksara Jawa sampai sekarang," ujar Bekti yang juga mengajar aksara Jawa di SMA 2 Bantul.

Pengakuan juga datang dari Abdul Afif Rosyidi, seorang guru bahasa Jawa, yang mengatakan hingga kini digitalisasi aksara Jawa masih terus digunakan dalam kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, digitalisasi aksara Jawa sangat membantu dalam proses belajar mengajar. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini.

Salah satu Alumni SMA 1 Sanden, Ageng Purwo Haryatno, menuturkan sekitar tahun 2011, semasa duduk di bangku SMA, ia diajarkan tentang bagaimana cara menggunakan aksara Jawa menggunakan komputer/laptop oleh Amrih.

Dalam perkembangannya aksara Jawa kini lebih responsif dan mudah diaplikasikan ke perangkat digital, mulai dari laptop hingga menggunakan ponsel, menurut Ageng hal ini dirasa sangat bermanfaat bagi kerabat yang menggunakannya

"Penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital sangat bermanfaat bagi temen-temen yang bisa menggunakannya, baik itu untuk desain produk, dekorasi jalan dan lain-lain, terpenting bisa memperkenalkan kembali aksara Jawa dengan lebih mudah," tambah Ageng.

(Antara/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK