Kemenristek Respons Kritik GeNose Lemah dengan Rokok-Petai

CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 18:45 WIB
Kemenristek merespons kritik ahli soal kelemahan alat deteksi Covid-19 dengan embusan napas bernama GeNose terhadap rokok hingga petai. Ilutrasi alat deteksi Covid-19 GeNose. (ANTARA/HO/Humas UGM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemenristek merespons kritik beberapa ahli soal kelemahan alat deteksi Covid-19 dengan embusan napas bernama GeNose. Staf khusus Menristek/BRIN Ekoputro Adijayanto mengatakan GeNose memang memiliki kelemahan, salah satunya dari bau menyengat seperti rokok hingga petai dan jengkol.

Sejauh ini, dia mengatakan orang yang hendak dites menggunakan GeNose disarankan setidaknya setengah jam sebelum tes tidak mengonsumsi apa pun.

Eko juga mengatakan bahwa GeNose memiliki pemeringkatan dalam melakukan diagnosis, yakni negatif kuat, negatif lemah, positif kuat, dan positif lemah. Orang-orang dengan hasil tes positif lemah akibat mengonsumsi makanan berbau menyengat perlu dites ulang.


"Tentunya harus dipastikan sebelum tes ulang, orang tersebut tidak mengkonsumsi apapun 0,5-1 jam sebelumnya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/12).

Namun demikian Eko enggan merespon secara spesifik kritikan ahli terhadap produk Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut. Dia hanya menyampaikan GeNose sudah diakui oleh berbagai lembaga yang cukup kredibel dan siap edar.

"Hanya saja benar bahwa GeNose bukan pengganti PCR yang merupakan pemeriksaan diagnostik standar tetapi berfungsi sebagai skrining yang cepat dan nyaman," ujar Eko.

Kendati demikian, Eko mengatakan pemerintah akan tetap menyempurnakan alas deteksi virus SARS-CoV-2 itu.

"GeNose sudah siap digunakan masyarakat. Namun, penyempurnaan sebuah produk inovasi selalu ada dan terbuka input dari pengguna," ujar Eko.

Eko menuturkan GeNose sudah di-review oleh Komite Etik FK-KMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) UGM, tim independen uji klinis Dirjen Farmalkes Kemenkes, dan mendapat izin edar dari Kemenkes.

Selain itu, uji klinis GeNose sudah terdaftar dan diakui website uji klinis Amerika Serikat, yakni clinicaltrials.gov.

Berdasarkan penelusuran, data uji klinis GeNose diclinicaltrials.gov diunggah pada 22 September dan selesai pada 29 Desember 2020. Studi awal alat itu diklaim dimulai pada 1 April 2020.

Sebelumnya sejumlah epidemiolog mengkritik GeNose yang punya kelemahan dan sensitif terhadap bau mulut. Mereka meminta pemerintah fokus ke alat PCR dan melakukan 3T (testing, tracing, treatment) ketimbang menghabiskan waktu dan biaya memproduksi alat GeNose.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK