Facebook Tak Berencana Cabut Blokir Akun Trump

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 17:08 WIB
Facebook menyebut tak berencana untuk mencabut blokir yang diterapkan pada akun media sosial Presiden AS Donald Trump. Facebook tak berencana cabut blokir akun Trump (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala operasi Facebook, Sheryl Sandberg mengatakan bahwa jejaring sosial tersebut tidak berencana untuk mencabut pemblokiran pada akun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Hal ini bertujuan untuk menekan provokasi Trump kepada pendukungnya.

"Larangan kami (kepada akun Trump) tidak terbatas. Kami tidak berencana untuk mencabutnya, " Ujar Sherly kepada Reuters, Senin (11/1).


Facebook minggu lalu menangguhkan akun Facebook dan Instagram Trump setelah pendukungnya melakukan invasi ke gedung Capitol AS, yang mengganggu rapat kongres kemenangan pemilihan presiden terpilih, Joe Biden.

Sheryl menambahkan, kebijakan yang pihaknya melakukan merupakan perlakuan yang berlaku untuk semua penggunanya. Ia juga mengatakan, pihaknya juga menghapus postingan dari pemimpin dunia lainnya.

"Kebijakan kami berlaku untuk semua orang, ini menunjukkan bahwa seorang presiden pun tidak berada di atas kebijakan yang kami miliki, " kata Sandberg.

Melansir Channel News Asia, retorika kekerasan di media sosial termasuk Facebook telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, menjelang unjuk rasa yang berakhir rusuh tersebut. 

Sandberg mengatakan, pihaknya kini tengah mengawasi kemungkinan protes lanjutan yang direncanakan di Washington, DC dan di 50 Ibu Kota di berbagai negara bagian, menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Saat mengumumkan penangguhan akun Trump pada Kamis(7/1), Mark Zuckerberg mengatakan Trump menggunakan platform tersebut untuk menghasut kekerasan dan khawatir dia akan terus melakukannya.

Zuckerberg akhir Oktober lalu memperingatkan tentang potensi kekisruhan sosial usai pemilu.

Facebook mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pencegahan tersebut hingga 20 Januari mendatang, hingga menjelang pelantikan Biden untuk memerangi informasi yang salah dan konten yang dapat memicu kekerasan.

Konten yang mengandung frasa 'stop the steal' (hentikan pencurian) akan dihapus dari Facebook dan Instagram. Tidak hanya itu, grup yang memiliki menggunakan frasa tersebut juga akan dihapus.

Sebelumnya terjadi kerusuhan dalam unjuk rasa pendukung Trump di Washington D.C. terjadi di tengah rapat Kongres dengan agenda mengesahkan hasil Pilpres 2020.

Kerusuhan ini diduga imbas dari provokasi yang dilakukan Trump lewat akun sosial media miliknya.

Para pendukung Trump terlibat bentrok dengan polisi dan berhasil menerobos ke dalam Gedung Kongres (Capitol Hill).

Sidang sempat reses akibat kejadian itu. Massa pendukung Trump bahkan mengobrak-abrik sejumlah ruangan pribadi anggota Kongres dan ruang sidang.

Tidak hanya Facebook dan Instagram yang memblokir akun Trump, Ia juga terkena penangguhan pada akun media sosial lainnya seperti Snapchat, Twitter dan Twitch.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK