PVMBG Sebut 2 Gunung Api Bawah Laut di RI Potensi Bahaya jika Erupsi

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 16:59 WIB
Indonesia memiliki enam gunung berapi bawah laut, dua di antaranya berpotensi membahayakan jika mengalami erupsi. Erupsi gunung api bawah laut di Tonga. (Foto: via REUTERS/TONGA GEOLOGICAL SERVICES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung berapi bawah laut menjadi sorotan sejak meletusnya gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di Tonga yang menyebabkan tsunami di wilayah tersebut, sekaligus membuat sejumlah negara di sekitarnya dalam kondisi waspada.

Untuk diketahui, Indonesia memiliki enam gunung berapi bawah laut, dua di antaranya berpotensi membahayakan jika mengalami erupsi.

Menurut Andiani Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dua gunung bawah laut itu pernah menyebabkan tsunami.


"Dari sejarah yang mengakibatkan tsunami (adalah) gunung Hobal dan Banua," kata Andiani.

Berikut daftarnya dua gunung berapi bawah laut di Indonesia yang potensi membahayakan.

1. Gunung Hobal

Gunung Hobal adalah gunung berapi di bawah laut yang pernah menjadi penyebab tsunami di Indonesia.

Gunung ini terletak di wilayah Kabupaten Flores bagian timur, Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini ketinggian gunung ini masih belum diketahui.

Menurut data PVMBG, sebelum gunung Hobal meletus sekitar 1970an, puncaknya terlihat muncul di atas permukaan laut saat air surut.

Kemudian saat terjadi pasang naik, gunung api tersebut kembali tenggelam. Beberapa tahun silam puncaknya masih terlihat ketika air laut surut, namun kini ketika air surut pun puncak gunung Hobal tidak terlihat. Ahli menduga puncak dari gunung ini telah tergerus gelombang laut.

Letusan gunung Hobal terakhir terjadi pada 1999. Kala itu hembusan asap putih mengepul dari permukaan laut hingga ketinggian kurang lebih 100 meter.

2. Gunung Banua Wuhu

Gunung berapi bawah laut Banua Wuhu berlokasi di sebelah barat daya Pulau Mangehetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Menurut catatan, gunung Banua Wuhu mengalami beberapa kali perubahan ketinggian.

Pada 1835, gunung ini memiliki ketinggian 90 meter di atas permukaan laut, dan pada November 1919 ketinggiannya menurun hingga menjadi 12 meter di atas permukaan laut.

Kemudian pada Mei 1935, puncak gunung ini telah berpindah ke bawah laut. Data terkini menunjukkan Banua Wuhu memiliki ketinggian 400 meter dari dasar laut.

Banua Wuhu merupakan salah satu gunung bawah laut yang mendapat perhatian dari PVMBG karena pernah mengalami erupsi yang menyebabkan tsunami pada 1889.

Selain dua gunung tersebut, Indonesia juga memiliki empat gunung berapi bawah laut lain, yakni gunung api Sangir yang terletak di Perairan Sangir. Kemudian gunung Emperor of China dan Nieuwekerk di perairan Maluku. Terakhir gunung Yersey di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski demikian, Andiani mengatakan bahwa empat gunung tersebut merupakan gunung api pada kedalaman lebih dari 500 meter, sehingga potensi dampak erupsinya relatif kecil.

Baca ke halaman kedua empat gunung api bawah laut lain di Indonesia --->>>

Empat Gunung Api Bawah Laut di Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER