Varian Baru Virus Corona Jerman Masih Diselidiki

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 12:33 WIB
Otoritas Jerman menyebut varian baru virus corona di negara itu masih dalam tahap penyelidikan lewat pengurutan (sequencing) RNA. Varian baru virus corona yang ditemukan di Jerman masih dalam tahap penyelidikan (AFP/INA FASSBENDER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil direktur medis rumah sakit Universitas Charité Clemens Stockklausner mengatakan pihaknya masih harus melakukan pengurutan (sequence) lengkap terlebih dulu sebelum memastikan mutasi varian baru virus corona yang ditemukan di Jerman.

"Saat ini kami telah menemukan mutasi titik kecil... dan sama sekali tidak jelas apakah itu akan memiliki relevansi klinis," jelasnya.

"Kami harus menunggu urutan (sequence) lengkapnya," kata Stockklausner Senin (18/1).


Sehingga, ia belum dapat dipastikan apakah mutasi tersebut membuat virus Covid-19 lebih bisa menular seperti di Inggris dan Afrika Selatan atau tidak.

Selain itu, Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyampaikan belum ada penjelasan secara spesifik mengenai varian baru virus corona yang ditemukan di Jerman.

Dia mengatakan peneliti baru menyampaikan ada perbedaan antara varian baru Covid-19 itu dengan yang varian baru yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, atau Brazil.

"Varian ini belum diidentifikasi namanya, sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/1).

Kedepan, laboratorium kesehatan Jerman akan melakukan pengurutan (sequence) dari 5 persensampel virus yang dikumpulkan ketikan melakukan pemindaian virus corona. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah virus baru itu adalah virus yang menyebar dari Inggris dan Afrika Selatan atau malah mutasi yang muncul dari Jerman sendiri.

"Kami masih memiliki risiko besar, itu adalah risiko mutasi," kata Steffen Siebert, juru bicara pemerintah Jerman.

Pada Senin (18/1) disebutkan terdapat 35 orang pasien yang diduga tertular virus Corona yang belum diketahui variannya. Pasien ini dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Bavaria, Garmisch-Partenkirchen, Jerman.

Mutasi virus itu ditemukan pada 35 dari 73 orang yang baru terinfeksi. Sekarang sampel yang diambil tengah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit Universitas Charité di Berlin.

Sebelumnya, mutasi virus Covid-19 yang terdeteksi di Inggris dikabarkan telah menyebar ke Jerman sejak November lalu. Mutasi virus corona ditemukan pada jenazah pasien yang meninggal dunia di utara Jerman.

Imbas dari dugaan mutasi virus di Jerman, 16 Perdana Menteri Jerman akan bertemu dengan Kanselir Angela Merkel untuk membahas pengetatan atau perpanjangan penguncian wilayah, yang akan berakhir pada 31 Januari.

Belakangan, tingkat infeksi di Jerman naik signifikan, dengan kasus harian lebih dari 11 ribu dan korban tewas akibat virus corona mencapai 47.662 jiwa.

Dikutip dari Reuters Rabu (20/1) Jerman menyerukan langkah baru untuk memperlambat penyebaran mutasi baru yang lebih berpotensi menular.

Otoritas setempat juga memperbanyak spesimen untuk tracing masyarakatnya termasuk pemeriksaan kesehatan di perbatasan.

Total infeksi virus Covid-19 di Jerman beberapa hari ini telah menurun 10 hingga 15 persen.Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan akan mengoptimalkan testing untuk membantu mencegah varian baru masuk ke Jerman.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK