'Gerbang Neraka' di Turkmenistan Sudah Menyala 50 Tahun Lebih

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 19:09 WIB
Kawah berapi yang dikenal sebagai 'Gerbang Neraka' di jantung Gurun Karakum, Turkmenistan disebut tak padam selama 50 tahun. Ilustrasi kawah api. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawah berapi yang dikenal sebagai 'Pintu ke Neraka' atau 'Gerbang Neraka' yang terletak jantung Gurun Karakum, Turkmenistan, dilaporkan telah menyala lebih dari 50 tahun. Pemerintah setempat tidak mengetahui sampai kapan kawah itu akan terus mengeluarkan api.

Kawah berapi itu pertama kali terbentuk pada tahun 1971, ketika insinyur Uni Soviet datang ke Gurun Karakum untuk mencari ladang minyak.

Melansir My Modern Met, insinyur Uni Soviet sempat membangun rig pengeboran untuk memeriksa kualitas minyak di daerah tersebut. Belakangan diketahui bahwa rig tersebut berdiri di atas kantong besar gas alam yang tidak dapat menahan beban yang sangat besar.


Karena beratnya beban, rig akhirnya runtuh dan meninggalkan rongga berbentuk mangkuk raksasa yang disebut kawah Darvaza. Kawah itu berukuran 70,1 meter dan memiliki kedalaman hampir 20,1 meter.

Keruntuhan rig itu tidak hanya memiliki efek riak yang menyebabkan beberapa kawah lainnya terbuka, tetapi juga menyebabkan gas alam dengan cepat keluar dari dalam kawah itu.

Gas alam yang keluar sebagian besar diketahui terbuat dari metana, yang bisa menyedot oksigen dan membuat makhluk hidup yang menghirupnya sulit bernapas, terutama satwa liar dan orang-orang yang tinggal di dekat desa Derweze.

Faktanya, tidak lama setelah keruntuhan, hewan di gurun mulai mati.

Saat kejadian itu, para ilmuwan bertindak dan memutuskan untuk membakar gas tersebut. Mereka melakukan itu karena gas alam tidak dapat terperangkap. Namun, perkiraan gas akah hilang dalam beberapa minggu setelah dibakar ternyata salah, sebaliknya apinya terus berkobar hingga saat ini.

Melansir Ifl Science, para ilmuwan masih belum memahami seberapa banyak gas alam yang memicu api di lokasi itu. Pada tahun 2010, presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedow sempat mengunjungi kawah tersebut dan mengatakan bahwa kawah tersebut harus ditutup.

Namun, pada tahun 2013 dia mendeklarasikan bagian gurun yang berisi kawah sebagai cagar alam.

Saat ini, kawah Darvaza menjadi objek wisata yang mampu menarik ratusan wisatawan yang ingin melihat fenomena aneh dan tampak menyeramkan itu setiap tahun. Kawah itu masih menyala terang dan pada malam hari cahaya jingga dapat terlihat bermil-mil jauhnya.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK