Mengenal 5G yang Disebut Belum Dibutuhkan di Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 17:35 WIB
Mengenal apa itu 5G yang disebut belum dibutuhkan di Indonesia. Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian besar vendor berlomba menghadirkan smartphone dengan kemampuan 5G dalam beberapa tahun belakangan, meski teknologi itu disebut belum dibutuhkan di Indonesia.

Pasalnya, teknologi layanan internet nirkabel anyar itu belum diimplementasikan di Indonesia hingga saat ini. Meski demikian, sejumlah vendor ponsel seperti Oppo dan Samsung sudah meluncurkan ponsel 5G mereka.

Operator seluler pun ketika ditanya kesiapan untuk menggelar 5G di Indonesia selalu menyebut menunggu kesiapan pemerintah menggelar frekuensi untuk teknologi itu.


Baru-baru ini, pemerintah yang sudah menentukan pemenang lelang frekuensi untuk teknologi 5G pun membatalkan keputusan itu dan akan melakukan lelang ulang.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk memberi sejumlah alasan mengapa Indonesia belum perlu jaringan internet5Gdalam waktu dekat karena konsumsi data internet di tanah air masih relatif rendah. Bahkan, jauh tertinggal dari Korea Selatan.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mencatat rata-rata konsumsi data internet di dalam negeri baru mencapai 10 Gigabyte (Gb) pada 2020. Sementara Korea Selatan sudah mencapai 200 sampai 300 GB.
Untuk itu, masyarakat negeri ginseng terbilang wajar bila sudah menggunakan jaringan internet 5G. Sebab, konsumsi mereka memang tinggi.

Selain karena pertimbangan rata-rata penggunaan data internet, Ririek mengatakan Indonesia belum perlu jaringan internet 5G karena keperluan dari sisi industri juga belum tinggi. Bahkan, secara keseluruhan kebutuhannya masih sangat bisa ditutup oleh jaringan internet 4G.

Apa itu 5G?

Melansir Qualcomm, teknologi 5G adalah jaringan seluler generasi ke-5. 5G dinilai sebagai standar nirkabel global baru setelah jaringan 1G, 2G, 3G, dan 4G.

Teknologi 5G dimaksudkan untuk memberikan kecepatan data puncak multi-Gbps yang lebih tinggi, latensi yang sangat rendah, keandalan yang lebih tinggi, kapasitas jaringan yang masif, ketersediaan yang ditingkatkan, dan pengalaman pengguna yang lebih seragam kepada lebih banyak pengguna.

Tidak jelas siapa penemu 5G. Namun, beberapa perusahaan dalam ekosistem seluler diklaim telah berkontribusi untuk menghidupkan 5G.

Teknologi 5G didasarkan pada OFDM (Orthogonal frequency-division multiplexing), metode memodulasi sinyal digital di beberapa saluran berbeda untuk mengurangi interferensi. 5G menggunakan interface udara 5G NR bersama OFDM, serta menggunakan teknologi bandwidth yang lebih luas seperti sub-6 GHz dan mmWave.

Seperti 4G, 5G beroperasi berdasarkan prinsip jaringan seluler yang sama. Namun, interface udara 5G dapat lebih meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas yang jauh lebih tinggi.

Adapun perbedaan atanta 5G dengan jaringan seluler generasi sebelumnya, yakni 1G menghadirkan suara analog; 2G memperkenalkan suara digital (misalnya CDMA - Code Division Multiple Access); 3G menghadirkan data seluler (misalnya CDMA2000); dan 4G LTE mengantarkan era broadband seluler.

Melansir Thales Group, penggunaan frekuensi yang lebih pendek, yakni dengan gelombang milimeter antara 30GHz dan 300GHz untuk jaringan 5G adalah alasan mengapa 5G bisa lebih cepat dari 4G.

Seberapa cepat 5G?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK