GeNose Bisa Deteksi Covid-19, 2 Hari Setelah Terpapar

eks, CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 20:31 WIB
GeNose disebut bisa mendeteksi infeksi Covid-19 meski baru dua hari terpapar yang tak bisa ditunjukkan oleh rapid antigen dan PCR. GeNose alat deteksi Covid-19 yang bisa mengenali infeksi meski baru 2 hari terpapar (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

GeNose 19 disebut mampu mendeteksi seseorang yang baru 2 hari terpapar Covid-19.

Kecepatan deteksi ini menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro belum mampu dilakukan dengan tes PCR atau rapid antigen.

Namun, ia menegaskan bahwa alat ini bukan menjadi tolok ukur utama untuk memvonis seseorang positif Covid-19 aau tidak. Menurut Bambang, alat ini hanya digunakan sebagai saringan (screening).


Alat ini menurutnya tak bisa menggantikan standar tertinggi yang menunjukkan seseorang positif Covid-19 lewat diagnosis swab PCR.

"Oleh karena itu jika hasil tes skrining GeNose seseorang positif, perlu dilakukan tes PCR untuk memastikan apakah seseorang itu terjangkit atau tidak agar hasil tes PCR lebih akurat." jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/2).

GeNose C19. Ini adalah alat pendeteksi Covid-19 lewat hembusan nafas dari hidung yang dideteksi secara elektronik. Alat ini dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk deteksi Covid-19 yang lebih cepat dan akurat.

GeNose memiliki tingkat akurasi 93-95 persen, sensitivitas pengetesan 89-92 persen, dan spesifitas 95-96 persen. Spesifitas adalah kemampuan tes untuk menunjukkan individu mana yang tidak menderita sakit dari mereka yang benar-benar tidak sakit.

Alat ini mendeteksi VOC atau Volatile Organic Compound yang terkandung dalam hembusan napas seseorang.

Bambang menuturkan semua jenis tes Covid-19, baik itu antibodi, antigen, geNose, maupun PCR adalah baru, karena virus corona penyebab Covid-19 juga tergolong baru. Positif maupun negatif palsu bisa terjadi pada alat apapun.

GeNose merupakan salah satu produk inovasi Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang berada di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN. Hasil tes dari GeNose tergolong cepat, yaitu kurang dari 3 menit dan alat ini bisa digunakan sebanyak lebih dari 100 ribu kali.

Distribusi GeNose dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa. Dan harga eceran GeNose Tertinggi (HET) yaitu sebesar Rp 62 juta per unit (belum PPn).

"Oleh karena itu, jika ada yang menjual dengan harga lebih tinggi dari itu dan tidak melalui distributor resmi, tentunya hal itu sangat disayangkan." Jelas Menteri Bambang.

Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Beda GeNose, Rapid Antigen dan Swab PCR untuk Tes Covid-19

Bambang melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Pasar Senen pada Rabu (3/2) dalam rangka pemberlakuan layanan GeNose 19.

Selain Stasiun Pasar Senen, Stasiun Yogyakarta juga merupakan stasiun pertama yang akan menerapkan layanan tes tersebut.

Penerapan tes GeNose di stasiun kereta api, Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogjakarta akan diberlakukan mulai Jumat 5 Februari 2021, setelah itu akan diimplementasikan di bandara. Turut hadir bersama Menristek, yaitu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Rektor UGM yang akan meninjau cara mengoperasikan GeNose kepada calon penumpang.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK