Fakta GeNose, Alat Deteksi Corona RI Dipakai Penumpang Kereta

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 11:50 WIB
Alat pendeteksi Covid-19 dengan hembusan napas yakni GeNose resmi digunakan pemerintah. Salah satunya bagi penumpang kereta. Ilustrasi alat deteksi Covid-19 GeNose. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat ini GeNose sudah dipakai di beberapa stasiun kereta api. Pemerintah berencana akan menerapkan alat deteksi GeNose C-19 itu di bandara hingga pelabuhan.

CNNIndonesia.com mencoba merangkum fakta-fakta di balik alat deteksi GeNose buatan asli anak bangsa itu:

1. Dibuat oleh Gabungan Ahli Universitas Gajah Mada (UGM)

GeNose dibuat oleh tim riset ahli gabungan UGM. GeNose sudah melalui tahap uji diagnostik atau uji klinis yang disebar di sejumlah rumah sakit di Indonesia akhir 2020. 


Sebelum uji klinis, UGM mengklaim telah melakukan uji profiling atau kalibrasi terhadap GeNose dengan menggunakan 600 sampel di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta.

2. Cara Kerja GeNose

Peneliti UGM Dian Kesumapramudya Nurputra menuturkan GeNose mendeteksi udara yang dihembuskan pasien ke dalam kantung khusus. Setelah itu, kantung dihubungkan ke GeNose untuk dianalisis oleh Artificial intelligence (AI).

Dian menjelaskan output dari analisis GeNose adalah respon sensor dari senyawa volatile organic compounds (VOC) yang dihasilkan oleh virus yang menginfeksi tubuh manusia.

Berdasarkan pengujian terhadap 615 sampel napas dari 83 pasien positif dan 40 pasien terkonfirmasi negatif Covid-19, Dian menyebut akurasi GeNose di atas 90 persen.

Misalnya, kata dia hasil analisa profiling dengan metode sederhana Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) menunjukkan bahwa akurasi GeNose bisa lebih dari 97 persen.

"Di sini hasil profiling yang paling stabil dengan menggunakan Deep Neural Networks dengan akurasinya 96 persen," ujar Dian.

3. Akurasi GeNose

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengklaim GeNose merupakan alat pendeteksi Covid-19 yang efektif. Akurasi alat tersebut memiliki sensitivitas 92 persen dan spesifisitas 95 persen.

GeNose diklaim Bambang juga tak memakan waktu banyak saat mendeteksi keberadaan penyakit dari tubuh seseorang. Dalam waktu kurang dari lima menit, hasil sudah bisa diperoleh.

4. Harga GeNose

Per unitnya alat atau mesin inti GoNose akan dijual Rp62 juta sudah termasuk TOT, aftersales service, dan PPN.

Sedangkan alat penghubung sekali pakai untuk pengetesan GeNose hanya Rp20 ribu. Alat ini terdiri dari kantong plastik, hepa filter, adaptor pipe, plug, dan selang PU sepanjang 15 meter.

Harga tersebut diklaim menjadi alat pengetesan Covid-19 terjangkau, sebab jika dihitung biaya per satu kali tes masyarakat hanya akan mengeluarkan biaya paling mahal Rp20 ribu.

"Satu plastiknya Rp6.500 tapi dengan hepa 20 ribu. Tapi itu bisa 100 kali dan baru diganti kalau ada yang terdeteksi positif saja," klaim UGM.

5. Izin Edar GeNose

GeNose sudah mengantongi izin edar dari pemerintah 24 Desember 2020. UGM mengklaim GeNose siap diproduksi hingga 5.000 unit pada Februari 2021.

6. Fungsi GeNose

GeNose diharapkan bisa membantu deteksi dini kondisi seseorang dan meningkatkan pendataan secara cepat terkait penyebaran Covid-19. Dengan durasi pengetesan yang hanya dua menit saja, maka jumlah orang yang dites bisa ditingkatkan.

Meski demikian penggunaan GeNose tidak serta merta menggantikan tes Rapid dan Antigen atau PCR. Hasil dari GeNose sendiri menjadi pelengkap kedua tes yang lebih dulu diterapkan tersebut.

Ketika hasil tes menyatakan negatif, maka bisa diindikasikan seorang tidak mengidap Covid-19. Ketika hasil GeNose dinyatakan positif, maka kemudian diberikan rujukan untuk melakukan konfirmasi dengan menjalani tes PCR.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK