Salah Beri Label Media China, Twitter Habis Terima Bullying

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 19:41 WIB
Twitter diduga salah memberi label terhadap media China Daily Africa. Ilustrasi Twitter. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter diduga salah memberi label terhadap media China Daily Africa. Dalam profil akun @CDAfricaNews, Twitter menyatakan China Daily Africa sebagai 'United Kingdom government official'.

Dugaan kesalahan itu disampaikan oleh Kepala Biro Uni Eropa China Daily, Chen Weihua lewat akun twitternya. Dia mengatakan CDA yang berbasis di Nairobi, Kenya, seharusnya tidak ada kaitan dengan pemerintah Inggris.

Weihua pun menyindir Twitter bahwa Twitter telah memberi perlakuan khusus terhadap akun yang berhubungan dengan negara China, termasuk akun pribadinya. Bahkan dia menyebut tindakan Twitter sebagai lelucon yang memalukan.


"BREAKING NEWS: OMG. Twitter memberi label China Daily Bureau di Afrika yang berbasis di Nairobi 'United Kingdom government official'," kicau @chenweihua, Kamis (18/2).

Sejumlah netizen pun beraksi terhadap informasi itu, salah satunya @miciamiaoo. Dia menduga hal itu merupakan kesalahan alogaritma AI milik Twitter.

"Saya rasa 'kesalahan' ini berasal dari algoritma AI yang 'sangat cerdas'!," kicau @miciamiaoo.

Sedangkan @PenicilinPan menyatakan label itu akibat dari sebuah perusahaan teknologi bertindak sebagai penentu kebenaran.

"Ups, itulah yang terjadi ketika sebuah perusahaan teknologi mempolitisasi segalanya dan bertindak sebagai penentu kebenaran," kicau @PenicilinPan.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Twitter belum memberi tanggapan resmi atas dugaan kesalahan label itu.

Berdasarkan laman resmi, Twitter menjelaskan label pada akun media yang terafiliasi dengan negara menyediakan konteks tambahan tentang akun yang dikendalikan oleh perwakilan resmi tertentu dari pemerintah, entitas yang terafiliasi dengan negara dan individu yang terkait erat dengan entitas-entitas tersebut.

Label tersebut, kata Twitter muncul pada halaman profil akun Twitter yang relevan dan pada Tweet yang dikirim dan dibagikan dari akun-akun tersebut.

"Label berisi informasi tentang negara yang terafiliasi dengan akun dan apakah akun tersebut dioperasikan oleh perwakilan pemerintah atau entitas media yang terafiliasi dengan negara," kata Twitter.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK