Retakan Baru Antartika Diprediksi Jadi Banyak Gunung Es Baru

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 23:44 WIB
Ilmuwan melaporkan retakan raksasa pada es di Antartika makin parah dan siap memisahkan pecahan es itu dari daratan. Ilustrasi retakan di Antartika. (Foto: AP/Cpl Phil Dye RAF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan menyebut sejumlah retakan baru muncul pada Brunt Ice Shelf, salah satu area di Antartika, yang berpotensi membuatnya menjadi banyak gunung es baru.

Badan Antariksa Eropa (ESA) memperhitungkan bagian paparan yang lepas bakal sebesar London Raya. Pengamatan ini sudah dilakukan sejak awal 2019.

"Retakan baru terlihat dalam gambar yang diambil oleh misi Copernicus Sentinel. Ini berpotensi retak menjadi banyak gunung es," seperti tertulis dalam pernyataan ESA.


Berdasarkan data citra satelit, retakan es di area tersebut memang lebih aktif belakangan. Beberapa retakan bahkan diberi nama.

Retakan yang terjadi pada 31 Oktober 2016 dinamakan Retakan Halloween. Ada juga retakan besar yang dinamakan "Chasm 1" yang sudah terjadi selama 25 tahun ke belakang.

Saat ini, para ilmuwan menaruh perhatian pada retakan baru tanpa nama. Mereka menandai retakan ini dengan warna merah dan terus memanjang.

NASA juga mengamati retakan lain yang tumbuh di sepanjang pecahan lapisan es (ice shelf). Mereka bertanya-tanya apakah retakan ini akan membuat pecahan gunung es sebelum musim panas berakhir.

"Pecahnya anakan gunung es dari paparan kutub es adalah bagian dari proses siklus alami pertumbuhan dan pengurangan es Bumi," kata Observatorium Bumi NASA seperti dikutip CNet (16/2).

ESA mengatakan peristiwa pelepasan es terbesar terakhir terjadi pada tahun 1971. Hal ini membuat ESA menyarankan British Antarctica Survey merelokasi stasiun penelitian Halley VI mereka ke tempat yang lebih aman dan stabil.

Dikutip BBC, sebelumnya juga terjadi perpecahan fragmen terbesar balok es di Antartika yang terjadi pada akhir Januari lalu. Fragmen terbesar dari balok es dengan nama A68a berukuran sekitar 5.800 kilometer persegi.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, menunjukkan setidaknya dua segmen yang berdekatan sekitar 135 kilometer dari teritori Inggris di Georgia Selatan. Menjelang akhir tahun lalu, dari pengamatan luar angkasa, A68a terlihat seperti jarum penunjuk yang besar.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK