Mengenal Kerusakan Mesin Boeing 777, Kini Dilarang Mengudara

CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 17:14 WIB
Seluruh maskapai penerbangan diminta tidak menerbangkan pesawat Boeing 777 usai nsiden kerusakan mesin pesawat United Airlines di AS. Ilustrasi Boeing 777. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Boeing merekomendasikan seluruh maskapai penerbangan tidak menerbangkan pesawat Boeing 777 setelah insiden kerusakan mesin yang dialami pesawat United Airlines di Denver, Amerika Serikat (AS).

Tercatat ada 120 pesawat Boeing 777 yang aktif di dunia saat ini. Penghentian layanan dilakukan hingga maskapai penerbangan dan regulator dapat memastikan pesawat memenuhi standar keselamatan.

Melansir New York Magazine, pesawat Boeing 777 milik United Airlines mengalami kerusakan mesin yang tidak terkendali saat lepas landas dari Denver menuju Honolulu. Para saksi di lapangan melaporkan mendengar ledakan sebelum puing-puing menghujani kota Broomfield, Colorado.


Pilot sempat mengumumkan keadaan darurat dan kembali ke Denver. Beruntungnya, tidak ada kejadian lebih serius pasca kejadian itu. Temuan awal kerusakan diduga terkait dengan mesin Pratt & Whitney PW-4000 yang digunakan Boeing 777.

Pada tahun 2018, bilah kipas No. 11 di mesin kanan United Airlines 777 pecah saat pesawat hampir sampai di Bandara Honolulu.

Pecahan bilah kipas mesin itu melaju dengan kecepatan tinggi, menyebabkan serangkaian kegagalan mesin yang rumit sehingga dalam waktu kurang dari satu detik melepas penutup mesin dan menyisakan inti mesin yang bergoyang saat berputar.

Puing-puing yang beterbangan itu ada yang menancap di badan pesawat, tetapi pesawat bisa mendarat dengan aman dengan tenaga mesin yang tersisa.

Pada Desember 2020, Boeing 777 milik Japan Airlines juga mengalami kerusakan mesin yang sama setelah bilah kipas No. 16 dari mesin No. 1 rusak dalam perjalanan dari Naha ke Tokyo. Beruntungnya, pesawat itu juga mendarat dengan selamat.

Boeing 777 milik Japan Airlines dan United Airlenes yang kecelakaan diketahui juga termasuk yang tertua di armada 777 di seluruh dunia. Ketiga pesawat itu telah dikirim dua tahun setelah model tersebut diperkenalkan pada tahun 1995.

Mesin Pratt & Whitney PW-4000 dari ketiga pesawat itu juga kemungkinan besar sudah tidak asli lagi. Sebab, mesin secara teratur dikeluarkan dari pesawat untuk perawatan rutin dan beberapa bagian ditukar dari pesawat lain.

Pada kejadian 2018, mesin yang rusak diketahui dibangun pada tahun 1996 dan telah mengumpulkan 77.593 jam jam terbang dan 13.921 siklus (gabungan lepas landas dan pendaratan). Sedangkan pada insiden tahun 2020 telah mengalami 43.060 jam terbang dan 33.518 siklus.

Sebenarnya, di hari yang sama dengan insiden United Airlines ada insiden yang melibatkan mesin PW-4000 dan Boeing, yakni Boeing 747 berusia 30 tahun yang beroperasi sebagai pesawat kargo mengalami kerusakan tak terkendali pada salah satu mesin Pratt & Whitney tak lama setelah lepas landas dari Bandara Maastricht, Belanda.

Dua orang terluka setelah beberapa bagian pesawat kargo putus dan jatuh ke sebuah kota di Belanda.

Pola kecelakaan pesawat bisa jadi pertanda adanya masalah. Sehingga, sebuah pesawat yang hanya baru sekali mengalami kerusakan setelah diluncurkan bukan disebabkan oleh kebetulan atau hanya nasib buruk.

Misalnya, sebuah pesawat 737 MAX baru jatuh pada Oktober 2018 dan membuat orang terkejut. Ketika pesawat serupa jatuh empat bulan kemudian, itu mengarah pada kesadaran bahwa autopilot pesawat bermasalah dan berbahaya. Akhirnya 737 MAX di-grounded di seluruh dunia selama satu setengah tahun.

Dalam kasus mesin 777 yang meledak, masalah berulang tidak muncul begitu saja. Diketahui bahwa seiring bertambahnya usia pesawat dan mesin, bagian mekanisnya mengalami tekanan dan tegangan berulang yang dapat menyebabkan retakan mikroskopis yang tumbuh seiring waktu.

Melansir The Guardian, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) menyatakan ada masalah pada mesin Boeing 777, terutama pada bilah kipasnya.

"Berdasarkan informasi awal, kami menyimpulkan bahwa interval pemeriksaan harus ditingkatkan untuk bilah kipas berlubang yang unik untuk model mesin ini, yang hanya digunakan pada pesawat Boeing 777," ujar pejabat FAA Steve Dickson.

Melansir laman resmi, Boeing 777 menggunakan mesin Mesin PW4000 berukuran 112-inci. Mesin itu diklaim memiliki daya dorong 74.000 hingga 98.000 pound. PW4000 112 inci dibangun untuk pesawat Boeing 777 pada tahun 1995.

PW4000 112 inci diklaim memberikan efisiensi tinggi dan kebisingan rendah, serta ketahanan yang luar biasa terhadap kerusakan akibat benda asing karena memiliki rongga berbahan titanium berongga dan bilah kipas tanpa selubung.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK