BPPT Tebar 4.800 Kg Garam Hari Ini, Cegah Hujan Lebat di DKI

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 13:46 WIB
Metode modifikasi cuaca yang dilakukan dengan menyebar garam pada awan yang berpotensi hujan lebat. Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hari ini, Rabu (24/2) berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/2). (Arsip Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menurunkan tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hari ini, Rabu (24/2). TMC yang dilakukan untuk mencegah fenomena siklon tropis yang memicu tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek yang diprediksi sampai Kamis (25/2).

Koordinator Lapangan TMC Dwipa W Soehoed, mengatakan metode TMC yang dilakukan dengan menyemai garam pada awan yang berpotensi hujan lebat. Dengan begitu pergerakan awan konvektif diharapkan tidak memasuki wilayah Jabodetabek.

"Perkiraan BMKG hari ini dan besok itu intensitas curah hujan meningkat, karena adanya tekanan udara rendah di selatan pulau jawa." ujar Dwipa kepada CNNIndonesia.com yang ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/2).


Fenomena siklon tropis diketahui bisa memicu gelombang tinggi perairan, hujan lebat yang disertai angin kencang di Jabodetabek.

Siklon Tropis dikhawatirkan bergerak dari utara ke selatan pulau Jawa. Hal ini yang dapat berpotensi hujan ekstrem di atas 150 milimeter per hari di Jabodetabek.

Dwipa menjelaskan TMC hari ini terdiri dari BPPT dan Tni AU yang akan melakukan tiga kali penerbangan untuk menyemai kumparan awan. Sebanyak 4.800 kilogram garam yang disemai.

Penerbangan pertama, dilakukan pada pukul 09.30 WIB dan 14.30 WIB dengan membawa 2.000 kilogram garam, dan ketiga pada pukul 15.00 WIB membawa 800 kilogram garam.

Dwipa mengatakan penyemaian awan dilakukan di beberapa titik yang menjadi pusat peningkatan curah hujan, yaitu di wilayah ujung kulon, selat sunda dan barat daya lampung.

"Kita optimalkan hari ini tiga kali penerbangan untuk menghalau awan-awan yang masuk dari barat dan barat laut pulau jawa ke wilayah Jabodetabek," ucap Dwipa.

Sebelumnya, BPPT menurunkan tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk redistribusi curah hujan yang berpotensi banjir untuk cegah bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.

Mitigasi bencana menggunakan operasi TMC sudah dilakukan sejak hari Minggu (21/2) sekitar pukul 15.05 WIB.

"Posko TMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma. Hari ini rencananya akan didukung 2 unit pesawat Casa 212 dan CN 295 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar, sebagai antisipasi pengulangan siklus hujan ekstrem berikutnya," ujar Jon Arifian, Kepala BBTMC-BPPT melalui keterangan tertulis, Senin (22/2).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri memprediksi cuaca ekstrem di Jabodetabek mulai 24-27 Februari akibat fenomena siklon tropis.

Siklon tropis juga dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK