BPPT Siap Modifikasi Cuaca Jika Tanggap Darurat Ditetapkan

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 22:21 WIB
BPPT mengaku masih belum melakukan modifikasi cuaca untuk mengatasi curah hujan tinggi di Pulau Jawa lantaran belum ada arahan. Ilustrasi persiapan TMC. BPPT mengaku belum mendapat arahan soal modifikasi cuaca. (Dok. BMKG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan belum ada arahan untuk melakukan rekayasa cuaca terkait tingginya curah hujan di pulau Jawa belakangan ini.

"Belum ada arahan dari otoritas untuk memulai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)," jelas Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Jon Arifian kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/2).

Ia menyatakan pihaknya siap untuk melaksanakan permintaan TMC jika setiap daerah sudah menetapkan status darurat dalam penanganan bencana.


Jon menjelaskan TMC bisa dilakukan jika suatu daerah sudah menerapkan status darurat. Pihaknya pun bisa mengerahkan dana yang digunakan untuk operasional TMC.

Diketahui, penerapan status tanggap darurat bencana oleh BNPB atau BPBD memungkinkan penanggulangan bencana didukung dana APBN, APBD, serta dana siap pakai dengan pertanggungjawaban lewat mekanisme khusus.

Lebih lanjut, BPPT mengakui TMC digelar untuk mitigasi bencana banjir. Hal ini menggunakan proses redistribusi curah hujan atau mengatur curah hujan yang berada di satu wilayah.

Sebelumnya, Kepala BPPT Hammam Riza mengaku sudah siap melakukan upaya mitigasi banjir melalui operasi TMC sejak Desember 2020 lalu. Mitigasi ini disiapkan untuk antisipasi fenomena La Nina serta faktor cuaca lainnya.

Namun, ketika dikonfirmasi Hammam menyebut belum ada arahan dari pusat dan daerah untuk melakukan operasi itu.

"Tapi hingga kini belum ada arahan dari pelaksanaan TMC, baik di wilayah DKI Jakarta maupun di wilayah yang berpotensi banjir lainnya," kata Hammam lewat keterangan tertulis (9/2).

Berdasarkan hasil uji coba TMC redistribusi curah hujan di Jabodetabek tahun 2020, teknologi ini mampu mengurangi curah hujan sebesar 21-47 persen. Oleh sebab itu diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian baik secara ekonomi maupun sosial.

TMC biasanya dilakukan dengan menyemai garam di awan. Hal itu akan mempercepat pelembaban dan membuat awan jatuh di atas laut. 

Sejumlah wilayah di Indonesia sempat dilanda bencana banjir dan longsor di awal tahun akibat curah hujan tinggi dan penataan lingkungan yang buruk.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK