Cara Astronaut di Angkasa Berkomunikasi dengan Orang di Bumi

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 08:06 WIB
Astronaut terus menemukan cara untuk bisa berkomunikasi dengan orang di bumi. Ilustrasi astronaut berkomunikasi dengan orang di bumi. (Foto: AFP PHOTO / NATALIA KOLESNIKOVA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris melakukan panggilan video ke Stasiun Internasional Ruang Angkasa (ISS), untuk merayakan Black History Month dengan astronaut kulit hitam pertama, Victor Glover, Sabtu (27/3).

"Victor, senang bertemu denganmu, Mencetak sejarah yang kau lakukan, kami sangat bangga padamu." ujar Kamala.

Namun, bagaimana cara wakil Presiden AS dapat berkomunikasi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional?


Untuk diketahui, astronaut terus mengembangkan berbagai cara untuk bisa berkomunikasi dengan orang di bumi.

Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto menjelaskan mekanisme berkomunikasi astronaut dari pesawat ruang angkasa ke bumi dengan menggunakan jaringan serupa dengan internet, tetapi mengandalkan beberapa stasiun transmisi yang ada di permukaan Bumi.

"Sebenarnya melalui jaringan yang bisa dibilang internet. Tapi mengandalkan beberapa stasiun transmisi yang ada di permukaan Bumi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com (1/3).

Menurut Rhorom transmisi yang disebut adalah parabola yang berukuran besar, yang dapat digunakan untuk memancarkan sinyal kuat dari permukaan Bumi ke satelit atau stasiun antariksa.

ISS mengelilingi Bumi dalam waktu singkat. ISS membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mengelilingi Bumi. Selama ISS mengelilingi Bumi membutuhkan sinyal yang dipancarkan berasal dari berbagai titik. Jika ISS ada di wilayah Indonesia maka harus ada stasiun pemancar yang berada di Indonesia.

Maka dari itu, kata dia, NASA memiliki jejaring stasiun transmisi yang bekerja sama dengan beberapa negara sehingga memiliki jangkauan yang menyeluruh, agar dapat memudahkan komunikasi dengan ISS meski berada pada bagian yang jauh dari wilayah AS.

"Intinya dapat menjangkau berbagai macam posisi dari stasiun antariksa internasional tersebut tanpa harus terputus sinyalnya," ucap Rhorom.

Keuntungan lainnya tidak hanya dapat digunakan untuk telepon dan video call, melalui cara tersebut, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mengirimkan data foto dan video.

Namun kata Rhorom, cara tersebut masih memiliki jeda suara sekitar 1 millisecond, antara penerima dan pengirim suara saat komunikasi itu dilakukan.

"Jarak Bumi dengan ISS itu bisa 400 kilometer itu punya delay sekitar 1 millisecond . Sama antara delay komunikasi antara orang yang ada di Surabaya dan Bandung itukan ya 400 -500 kilometer," ujar Rhorom.

Menurutnya beberapa skema komunikasi dari ruang angkasa ke bumi sudah dikembangkan, salah satunya skema komunikasi Kuantum, tapi kini masih dalam tahap eksperimen dan belum digunakan untuk operasional di stasiun internasional ruang angkasa.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK