Ayah-Anak Komplotan Carlos Ghosn Diekstradisi ke Jepang

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 00:39 WIB
Mantan pasukan khusus AS, Michael Taylor, dan anaknya Peter Taylor yang diduga melarikan Carlos Ghosn diekstradisi ke Jepang. Carlos Ghosn. (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ayah dan anak warga negara Amerika Serikat (AS) yang diduga membantu mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, melarikan diri dari Jepang dilaporkan telah tiba di Tokyo pada Selasa (2/3) setelah diekstradisi.

Mantan pasukan khusus AS, Michael Taylor, dan anaknya Peter Taylor diduga melakukan operasi membawa Ghosn kabur dalam kotak audio besar menggunakan pesawat jet pribadi pada Desember 2019.

Operasi itu sukses mengamankan Ghosn yang kini tinggal di Libanon. Negara ini diketahui tak punya kesepakatan ekstradisi dengan Jepang.


Ayah dan anak itu mendarat di bandara Narita kemudian dibawa ke tempat penahanan setelah menyelesaikan imigrasi dan pemeriksaan Covid-19. Sejauh ini AFP menjelaskan belum ada pernyataan resmi keduanya tiba di Jepang.

Peter ditangkap di AS pada Mei 2020 saat ia berupaya pergi ke Libanon. Dia dan ayahnya berupaya menghalangi permintaan ekstradisi dari Jepang, pengacara keduanya mengatakan kliennya bakal mengalami kondisi seperti penyiksaan di Jepang.

Mahkamah Agung AS membatalkan banding mereka pada Februari lalu.

"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi keluarga, dan untuk semua yang percaya bahwa para veteran berhak mendapat perlakuan yang lebih baik dari negara mereka sendiri," kata pengacara Paul Kelly.

Ghosn bukan hanya bos Nissan, dia juga pemimpin aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi. Kariernya mendadak hancur pada November 2018 saat dia ditangkap begitu mendarat di Jepang.

Jepang menuduh Ghosn melakukan berbagai kecurangan finansial yang membuatnya ditahan selama berbulan-bulan. Ghson yang sedang menunggu persidangan kemudian melarikan diri yang membuat para pejabat di Jepang murka.

Ghosn diselundupkan memakai boks audio berukuran besar yang tidak dipindai. Pesawat jet pribadi Ghosn sempat transit di Turki, kemudian dia menaiki pesawat lain ke Libanon.

Greg Kelly, pejabat tinggi Nissan sekaligus tangan kanan Ghosn, telah menjalani persidangan di Jepang atas tuduhan menyembunyikan laporan pendapatan Ghosn. Nissan juga mendapatkan serangkaian tuduhan dan telah menyatakan bersalah.

Pada bulan lalu pengadilan Turki menghukum dua pilot dan karyawan lain perusahaan jet pribadi selama empat tahun dua bulan di penjara atas perannya membantu Ghosn.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK