Teknologi Sumur Zamzam yang Dibuat Insinyur Arab Yahya Koshak

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 14:44 WIB
Yahya Hamza Koshak, insinyur Arab Saudi yang melestarikan sumur air Zamzam di Mekah meninggal dunia. Ilustrasi air zamzam. (AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang tokoh yang dijuluki 'Bapak Insinyur Saudi', Yahya Hamza Koshak meninggal dunia di usia 80 tahun, pada Rabu (3/3). Kepergian Koshak meninggalkan kesedihan mendalam bagi sejumlah warga Arab Saudi karena jasanya melestarikan sumur Zamzam.

Sebelum meninggal, Koshak amat aktif dalam melestarikan sumur zamzam di dekat Ka'bah. Sebagian besar hidupnya diketahui dicurahkan untuk menjaga dan membuat sumur Zamzam bermanfaat buat umat di sana.

Koshak merupakan lulusan jurusan teknik di Arab Saudi dan Amerika Serikat. Saat berkuliah, dia pernah membuat penelitian tentang sumber daya air di sekitar Makkah, serta penelitian tentang penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk membersihkan dan memurnikan air dari sumur Zamzam.


Melansir Arabian Knight, Koshak sempat tinggal sekitar 150 meter dari depan Gerbang Al Safa Masjidil Haram saat masih kecil. Di kediamannya saat itu, Koshak kerap melihat para peziarah dan warga yang saling berdesak-desakan untuk minum air dan berwudhu di sumur Zamzam.

Kondisi itu kemudian membuatnya prihatin dan berpikir bagaimana hal itu tidak terus terjadi.

Selain itu, Koshak bercerita bahwa orang-orang menggunakan ember dan berbagai peralatan untuk menimba air dari sumur zamzam. Namun pihak berwenang tidak ingin hal itu terus terjadi karena tidak higienis.

Kala itu, Koshak mengaku ayah menyarankan agar pompa digunakan untuk menimba air.

Namun, saran itu mendapat banyak keberatan, tidak hanya dari pemasok Zamzam tradisional tetapi dari mereka yang percaya bahwa air hanya boleh diambil dengan ember, serta kekhawatiran bahwa suara pompa akan mengganggu jamaah yang mengelilingi Ka'bah.

Di tengah situasi itu, Koshak pun pergi ke Jerman untuk mengevaluasi dan melihat spesifikasi pompa submersible terbaru. Hasilnya, pompa pertama dipasang di dalam sumur dan diikuti dengan pemasangan pompa kedua sebagai alternatif jika pompa pertama mengalami masalah.

"Kualitas air membaik dengan adanya pompa. Sekarang pompa mengambil air dari kedalaman lima atau enam meter. Itu menjadi keyakinan saya bahwa air zamzam harus sampai ke peminumnya dalam kondisi bersih dan higienis," ujarnya.

Sebelum meninggal, Koshak juga tercatat pernah menjadi Direktur Jenderal Departemen Air dan Saluran Pembuangan untuk Wilayah Barat Arab Saudi.

Jaga Kualitas Air Zamzam dan Buat Drainase

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK